Geert Wilders (Foto: Press TV)
DEN HAAG - Larangan pembangunan menara masjid di Swiss menjalar ke negara-negara Eropa lainnya, dengan adanya seruan di Belanda, Belgia, dan Italia untuk menggelar referendum melarang simbol Islam tersebut.
"Kami akan mendesak pemerintah untuk menggelar referendum serupa di Belanda," kata Geert Wilders, pemimpin sayap kanan Belanda dari Partai Kebebasan (PVV), kepada harian Volkskrant, yang dikutip dari Islam Online, Selasa (1/12/2009).
Mayoritas rakyat Swiss yang mengikuti referendum Minggu lalu mendukung pelarangan pembangunan menara masjid baru di negeri itu. Referendum tersebut diusulkan Partai Rakyat Swiss (SVP) yang menganggap menara masjid adalah simbol syariah dan tidak sesuai dengan sistem hukum Swiss.
"Ini adalah pertama kalinya rakyat di Eropa berdiri untuk menentang bentuk Islamisasi," kata Wilders.
"Apa yang bisa dilakukan di Swiss, bisa dilakukan di sini."
Wilders, politisi sayap kanan, dikenal dengan sikapnya yang kerap menghina Islam dan umat Muslim.
Pada Maret 2008 dia merilis dokumenter berdurasi 15 menit, berjudul Fitna, yang menghina Kitab Suci Alquran dan Nabi Muhammad. Belum lama ini dia mendesak dikenakannya denda bagi perempuan yang mengenakan jilbab.
Di Belgia, partai sayap kanan Vlaams Belang akan mengajukan sebuah dekrit kepada parlemen wilayah Flemish. Menurut mereka, menara masjid merusak lingkungan dan identitas budaya yang telah ada.
Liga Utara yang anti-imigran juga mendesak larangan menara masjid di Italia.
"Swiss mengirimkan kita sinyal yang jelas: ya untuk menara lonceng, tidak untuk menara masjid," ujar anggota Liga Utara yang juga Menteri Administrasi Roberto Calderoli.(jri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad