Pasukan Amerika Serikat (Foto: Euronews)
WASHINGTON- Rencana penambahan pasukan Amerika Serikat ke Afganistan yang diumumkan kemarin ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari masyarakat AS sendiri.
Pengiriman 30.000 pasukan tambahan tersebut menimbulkan sikap skeptis dan kekhawatiran jika pasukan-pasukan tersebut tidak dapat kembali pulang ke negaranya.
Loraine Burke, warga Nevada, tidak yakin jika penambahan pasukan tersebut mampu melawan Taliban dan membantu menstabilkan Afganistan. Sementara seorang warga Texas, Baret Coch lebih memilih jika dana perang digunakan untuk kepentingan dalam negeri Amerika Serikat.
Kekhawatiran Pakistan
Rencana Obama juga menimbulkan kekhawatiran di pihak Pakistan sebagai sekutu AS. Kementrian Luar Negeri Pakistan bahkan mengeluarkan pernyataan hati-hati atas rencana ini.
? Pakistan dan Amerika Serikat perlu melakukan koordinasi erat guna meraih hasil yang jelas. Tentunya hal ini termasuk dalam kejelasan serta koordinasi dari seluruh aspek strategi yang dikemukan pihak Amerika Serikat,? sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (3/12/2009).
Pakistan sendiri khawatir jika operasi militer AS di negara tetangganya Afganistan, justru menciptakan ketidakstabilan, pada akhirnya dapat memperumit upaya negara Benazir Bhuto tersebut dalam memerangi Taliban yang sudah berjalan sejak lama.(fjr)(jri)