OHIO - Mungkin karena tidak mau dijatuhi hukuman mati, seorang pembunuh berantai mengaku memiliki penyakit kejiwaan. Pria ini merasa tidak bersalah membunuh 11 perempuan yang
jasadnya ditemukan di sekitar rumahnya di Ohio, Amerika Serikat.
Pejabat pengadilan di kota sebelah utara Cleveland mengatakan, Anthony Sowell (50), pembunuh itu, mengaku tidak bersalah atas 85 tuduhan dalam kasus ini, di antaranya pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan penganiayaan.
Dikutip dari
AFP, Jumat (4/12/2009), jaksa menuntut pelaku dihukum mati atas kejahatan yang dilakukan antara Juni 2007 dan Juni 2009.
Jasad para korban ditemukan setelah seorang wanita kepada polisi mengaku diajak masuk ke rumah Sowell. Di rumah itu dia mengaku diperkosa dan dicekik dengan seutas kawat, namun kemudian dibiarkan Sowell pergi ketika tersadar. Dalam versi lainnya, kasus ini terungkap setelah tetangga Sowell mencium bau busuk dari 'rumah jagal' itu.
Polisi yang menginvestigasi laporan tersebut menemukan sejumlah jasad sudah membusuk di kebun belakang, dan beberapa lainnya masih ada di dalam rumah.
Sowell, yang ditahan pada 31 Oktober, tinggal di rumah itu semenjak dilepaskan dari penjara pada 2005, setelah menjalani hukuman 15 tahun karena memperkosa.
(jri)