Polisi dilokasi kejadian (Foto: The Sun)
MANCHESTER - Seorang mahasiswa yang bekerja di pegadaian di Manchester, Inggris, tewas tertembak akibat aksi perampokan. Khurram Ashraf bersama seorang temannya, dihadang oleh perampok saat keduanya hendak mentransfer uang sebesar 10,000 poundsterling atau sekitar Rp155 juta.
Awalnya si korban mengira aksi perampokan tersebut merupakan lelucon, karena sehari sebelumnya ia juga sempat dirampok.
Kejadian berlangsung ketika Khurram Ashraf bersama temannya hendak masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba seorang perampok menodong senjatanya ke perut teman Ashraf, Mohammed Waqas. Perampok tersebut memaksa Wagas untuk menyerahkan kantung yang berisi uang, namun dia menolak dan melempar uang tersebut ke Ashraff. Ashraff yang mengira perampokan ini adalah aksi lelucon dengan lantang menolak permintaan perampok.
Perampok tersebut akhirnya menembak Ashraf dari jarak dekat sebanyak dua kali, kemudian kabur dengan membawa uang dan laptop yang dipegang Ashraf. Meski sempat dirawat di rumah sakit , mahasiswa asal Pakistan tersebut akhirnya meninggal dunia. Demikian dilansir The Sun, Sabtu (5/12/2009).
Kepolisian Manchester akhirnya berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dengan aksi perampokan berdarah tersebut. Pelaku yang berusia 20 tahun tersebut akan didakwa dengan tuduhan pembunuhan. (faj)(jri)