Getting Time...

Presiden Filipina Tetapkan Darurat Militer

Fajar Nugraha
Sabtu, 05 Desember 2009 13:17 wib
Militer Filipina (Foto: AP)
Militer Filipina (Foto: AP)
MANILA - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menetapkan status darurat militer di Provinsi Maguindanao. Langkah ini diambil Presiden Arroyo untuk mencegah pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok yang loyal terhadap klan Ampatuan.

Sebelumnya Pemimpin Klan Ampatuan Andal Ampatuan Sr, serta anaknya, Andal Ampatuan Jr, ditahan oleh pihak berwenang Filipina. Keduanya dianggap terlibat dalam peristiwa pembantaian terhadap lawan politik mereka, yang menewaskan 57 orang pada 23 November lalu.

"Adanya upaya untuk menghalau laju pemerintahan dari pihak yang tersingkir di Provinsi Maguindanao, menjadi alasan Presiden Arroyo untuk menetapkan darurat militer di provinsi ini," ujar Menteri Kehakiman Filipina Agnes Devanadera, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/12/2009).
 
Devanadera juga menyebutkan jika pendukung loyal Klan Ampatuan, berniat untuk melalukan pemberontakan terhadap pemerintah resmi Filipina di Provinsi Maguindanao.

Sejak Jumat lalu, Provinsi Maguindanao berada dalam kontrol pihak militer Filipina. Peristiwa berdarah 23 November lalu membuat provinsi yang terletak di selatan Pulau Mindanao tersebut berada dalam ketegangan. (faj)
(jri)
TWITTER »
twit