Protes mahasiswa Iran Juni lalu (Foto: AFP)
TEHERAN - Lantaran khawatir terhadap aksi protes mahasiswa yang dapat memicu gerakan anti-pemerintahan, pihak berwenang Iran memutus akses internet bagi warganya serta media asing yang bertugas di sana.
Pemutusan akses internet ini dilakukan bersamaan dengan peringatan hari pelajar Iran. Pemerintah setempat membatasi akses email serta website yang loyal terhadap kubu oposisi pemerintah. Beberapa website tersebut mendorong warga Iran untuk berkumpul di kampus Universitas Teheran, namun pihak keamanan mengaku siap untuk menghadapi aksi protes tersebut. Demikian seperti dilansir Al Jazeera (7/12/2009).
Pada protes serupa di bulan Juni lalu, belasan mahasiswa tewas saat bentrok dengan pihak keamanan setempat, sementara ratusan lainnya ditahan pihak berwenang. Insiden ini terjadi saat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memenangkan pemilu presiden, yang dinilai mahasiswa sebagai pemilu yang tidak adil.
Hari pelajar di Iran sendiri diperingati menyusul kematian tiga orang mahasiswa saat terjadi protes anti Amerika Serikat di tahun 1953, di Universitas Teheran. Namun tiap tahunnya peringatan seringkali berubah sebagai simbol perlawanan mahasiswa yang menuntut kebebasan sosial dan politik di Iran. (faj)(jri)