Stephen Bosworth (Foto: Daylife)
BOSWORTH akan menjadi pejabat pertama pemerintahan Presiden AS Barack Obama yang menggelar perundingan langsung dengan negara komunis. Menurut Bosworth, keputusan untuk memulai misinya dengan singgah dulu di Seoul "bukan tanpa sengaja".
Utusan AS untuk Korea itu memberikan pernyataan sebelum bertemu dengan kepala negosiator nuklir Korsel Wi Sung-Lac, kemarin, sehari sebelum terbang ke Pyongyang untuk tiga hari lawatan. Wi menyambut baik keputusan Bosworth memulai lawatannya di Seoul karena menunjukkan bahwa AS dan Korsel memiliki hubungan sangat dekat untuk menyusun strategi bersama. Bosworth juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel Yu Myung-hwan dan menggelar perundingan dengan Sekretaris Presiden Korsel untuk Masalah Luar Negeri dan Keamanan Kim Sung-hwan.
Pertemuan itu diduga berisi pembicaraan membahas langkah untuk membujuk Korut kembali ke meja perundingan. Korut telah keluar dari perundingan pelucutan nuklir pada April silam. Pyongyang lantas menguji coba nuklir kedua dan menembakkan beberapa rudal. Ketegangan Korea baru mereda setelah kunjungan Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao ke Pyongyang pada Oktober silam. Saat itu Korut mengatakan kepada Wen bahwa negara komunis itu bersedia kembali ke perundingan enam pihak jika diskusi bilateral dengan AS berlangsung memuaskan. Tampaknya, kedua pihak, baik AS maupun Korut, memiliki agenda yang berbeda dalam pertemuan langsung pertama mereka.
Surat kabar Choson Sinbo yang merupakan corong tidak resmi Pyongyang melaporkan, lawatan Bosworth harus fokus pada penegakan perdamaian di semenanjung Korea. Korut menyatakan, kesepakatan damai dengan Washington yang secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953 merupakan kunci untuk menyelesaikan kebuntuan masalah nuklir Pyongyang. Namun AS pekan ini menjelaskan, lawatan Bosworth hanya akan fokus untuk menghidupkan kembali proses perundingan enam pihak. Washington juga khawatir upayanya ini dapat membuat marah mitra negosiasi enam pihak yang melibatkan Korut, Korsel, China, Jepang, dan Rusia.
Harapan adanya kemajuan besar dalam pendekatan dengan Korut juga tetap rendah. "Saya tidak berharap banyak dari lawatan pertama ke Korut ini," tutur Bosworth pekan lalu. Bosworth sengaja menghindari wartawan sejak tiba di Seoul. Diperkirakan, Bosworth akan bertemu dengan Wakil Menlu Korut Kang Sok-ju saat berada di Pyongyang hari ini.
Setelah kembali dari Korut pada Kamis depan (10/12/2009), Bosworth akan singgah singkat di Seoul dan menuju Beijing pada Jumat (11/12/2009), lalu ke Tokyo pada Sabtu (12/12/2009), serta ke Moskow pada Minggu (13/12/2009). Surat kabar Jepang, Asahi, melaporkan bahwa AS, Jepang, dan Korsel sedang menjalankan peta jalan untuk mengakhiri ambisi nuklir Korut. (Koran SI/Koran SI/mbs)