(Foto: physorg.com)
BERLIN - Para arkeolog berhasil menemukan 500 potongan tulang manusia purba. Ratusan potongan tulang ini diyakini sebagai sisa aksi kanibalisme massal di daratan Eropa pada periode Neolitikum.
Bukti baru kanibalisme massal ini ditemukan di area pemakaman tua di Desa Herxheim, kawasan barat daya Jerman. Menurut penelitian para arkeolog, kompleks pemakaman ini sudah ada sejak 7.000 tahun yang lalu. Hingga kini, para arkeolog masih terus melakukan upaya identifikasi.
Dari hasil penyelidikan sementara, sejumlah ratusan potongan tulang itu diperkirakan pernah melekat di raga anak-anak purba bahkan janin. Sebelumnya para arkeolog telah beberapa kali melakukan penggalian di area pemakaman purba ini.
Penggalian perdana yang dilaksanakan pada 1996 belum menuai hasil yang diharapkan. Pada 2005?2008, mereka kembali ke Herxheim untuk melanjutkan proses penggalian. Eksvakasi lanjutan ini dipimpin Andrea Zeeb-Lanz dan Fabian Haack dari divisi arkeologi Badan Kebudayaan Nasional Jerman. Zeeb- Lanz dan kawan-kawan berhasil menemukan tengkorak dan potongan tulang milik 500 manusia purba.
Pemimpin tim eksvakasi terakhir Bruno Boulestin dari University of Bordeaux menuturkan, ratusan potongan tulang yang berhasil ditemukan baru-baru ini, berada dalam keadaan yang sudah tidak utuh lagi. Beberapa di antaranya bahkan sulit dicari patahannya. Boulestin menambahkan, kondisi tulang yang demikian merupakan indikasi bahwa pernah terjadi aksi kanibalisme massal di masa lampau.
"Bentuk tulang menunjukkan bahwa tulang pemiliknya pernah dibakar dan dipotong-potong. Bentuk serupa juga pernah kami temukan beberapa waktu lalu," terangnya.
Namun demikian, Boulestin mengakui cukup sulit untuk membuktikan bahwa para pemilik tulang memang pernah dibakar. Penemuan dan pernyataan terbaru para arkeolog terkait ratusan potongan tulang manusia purba ditolak mentah-mentah sejumlah ilmuwan yang tidak sepakat atas teori kanibalisme massal tersebut.
Kelompok kontrateori kanibalisme cenderung menganggap bahwa tulang-tulang ini merupakan bagian dari prosesi pemakaman manusia purba yang sewajarnya dilaksanakan.
Boulestin segera menampik persepsi yang dilontarkan kelompok yang berseberangan dengannya. Arkeolog yang terjun langsung ke lokasi eksvakasi ini menuturkan bahwa sebelumnya ada aksi mutilasi dan pengunyahan tulang. Peristiwa pendahuluan inilah yang menyebabkan potongan-potongan tulang tampak patah di beberapa sisinya.(Koran SI/Koran SI/jri)