Getting Time...

Sidik Jari Palsu Kelabui Imigrasi Jepang

Fajar Nugraha
Selasa, 08 Desember 2009 13:13 wib
Setiap warga asing yang masuk wajid dipindai jarinya (Foto: AP)
Setiap warga asing yang masuk wajid dipindai jarinya (Foto: AP)
TOKYO - Jepang yang biasanya ketat dalam keimigrasian, sempat dikelabui oleh seorang warga China yang berhasil masuk ke Negeri Sakura itu dengan menggunakan sidik jari palsu.

Lin Rong sebelumnya dideportasi oleh pemerintah Jepang setelah melakukan pelanggaran atas visa yang ia miliki. Perempuan 27 tahun itu ditangkap atas kasus lain. Dia dituduh melakukan pernikahan palsu dengan seorang pria Jepang.

Menurut keterangan kepolisian Jepang seperti dikutip BBC, Selasa (8/12/2009), Lin melakukan operasi guna mengubah sidik jari di China. Operasi yang menghabiskan biaya USD15.000 atau sekira Rp141,6 juta itu memindahkan sidik jari tangan kanan ke tangan kiri.

Kasus ini terungkap setelah polisi Jepang menemukan luka disengaja pada tangan Lin.

Ini merupakan pertama kali terjadi pada teknologi biometric, namun kepolisian yakin praktik penipuan serupa telah tersebar luas di Jepang. Jepang sendiri memang mengharuskan setiap warga asing yang tiba di negeri tersebut untuk melakukan pemeriksaan sidik jari.

Teknologi ini memang dinilai ampuh untuk mencegah masuk imigran ilegal. Namun dengan adanya kasusnya Lin, membuktikan teknologi pindai sidik jari masih dapat dibobol. (faj)
(jri)
TWITTER »
twit