Manuel Zelaya (Foto: Reuters)
TEGUCIGALPA - Presiden Honduras terguling Manuel Zelaya berupaya meninggalkan Kedutaan Besar Brasil di ibu kota Honduras, Tegucigalpa, dan terbang ke pengasingan di Meksiko.
Zelaya telah berada di kedutaan itu selama hampir tiga bulan, dalam usahanya untuk kembali berkuasa setelah dikudeta. Dia disingkirkan dari kekuasaan pada bulan Juni dan dipaksa pergi ke pengasingan, namun kemudian kembali lagi ke tanah airnya.
Porfirio Lobo memenangkan pemilihan presiden bulan lalu, dan Kongres memutuskan untuk tidak membiarkan Zelaya menjalani dua bulan sisa masa jabatannya.
Dikutip dari BBC, Kamis (10/12/2009), sumber yang dekat dengan Zelaya mengatakan, presiden terguling itu ingin meninggalkan negara, namun tidak dapat dikonfirmasikan apakah dia akan memperoleh perjalanan yang aman atau tidak.
Meski begitu, kantor berita Associated Press mengutip kepala Otoritas Penerbangan Sipil Honduras mengatakan pesawat Meksiko sedang dalam perjalanan untuk menjemput Zelaya.
Zelaya kembali ke Honduras dari pengasingan pada 21 September lalu dan tinggal di Kedutaan Besar Brasil untuk menghindari penangkapan. Dia menilai pemilihan presiden lalu penuh dengan penipuan.
Sedangkan Lobo yang memperoleh suara terbanyak berjanji untuk membentuk sebuah pemerintah bersatu dan akan melakukan dialog. Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk memahami kenyataan yang terjadi dan menghentikan tekanan terhadap Honduras.
Beberapa negara-negara Amerika Latin, termasuk Brasil, menolak untuk mengakui pemilihan umum.(jri)