(Foto: Reuters)
ATLANTA - Virus H1N1 atau flu babi telah menyerang 50 juta warga Amerika Serikat dan membunuh 10.000 di antaranya. Angka itu merupakan estimasi yang dirilis pejabat kesehatan federal.
"Artinya, 1 dari 6 warga Amerika terkena wabah itu," kata Dr Thomas Frieden, direktur Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang dikutip dari AP, Jumat (11/12/2009).
Estimasi itu adalah untuk tujuh bulan pertama pandemi, dari April hingga pertengahan November. Angka baru itu melonjak lebih besar dari estimasi sebelumnya, yang menyebut flu babi telah menjangkiti 22 juta penduduk AS dan menewaskan 4.000 orang hingga pertengahan Oktober.
Kebanyakan dari peningkatan itu disebabkan kasus yang terjadi setelah awal Oktober, ketika negeri itu mengalami puncak gelombang kedua penyebaran penyakit.
CDC juga memperkirakan hampir 200.000 orang dilarikan ke rumah sakit pada pertengahan November, jumlah yang sama dengan yang terjadi pada kasus flu seluruh musim dingin.(jri)