Ilustrasi
PROSPERIDAD - Kelompok bersenjata yang yang diketahui berasal dari Suku Manobo yang menahan 57 sandera di selatan Filipina mengancam untuk membunuh korbannya, jika pemerintah menurunkan pasukan untuk membebaskan para sandera. Ancaman ini disampaikan langsung oleh pemimpin kelompok bersenjata Ondo Perez.
"Saya akan bunuh para sandera jika polisi mencoba menyelamatkan mereka," ujar Perez seperti dikutip AFP, Jumat (11/12/2009).
Perez juga memberi waktu satu pekan kepada pemerintah untuk melucuti persenjataan dari rival dari suku mereka dan membatalkan dakwaan pembunuhan serta perintah penahanan dari kelompok yang berjumlah 15 orang yang dipimpinnya.
Sebelumnya ke-15 orang anggota Suku Manobo dengan bersenjata lengkap mendatangi sekolah dasar New Maasim di Provinsi Agusan del Sur. Dalam aksi ini kelompok bersenjata tersebut langsung menculik dan menyandera murid di sekolah tersebut, sementara dua guru berhasil menyelamatkan diri saat sandera dan kelompok tersebut memasuki hutan.
Tidak lama setelah menculik para siswa, kelompok bersenjata tersebut bersedia melepaskan 17 murid serta kepala sekolah yang mereka tahan. Selain siswa sekolah dasar, penyandera juga membawa penduduk setempat sebagai korban sandera mereka.
Awalnya para penyandera berhasil membawa 75 sandera bersama mereka. Setelah 17 siswa serta seorang kepala sekolah bersedia mereka bebaskan atas negosiasi seorang pekerja sosial, kini jumlah korban sandera berkurang menjadi 57 orang. (faj).(jri)