Hillary Clinton (Foto: NYmag.com)
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengutarakan pertemuan yang dilakukan oleh utusan khusus AS, Stephen Bosworth di Korea utara berlangsung positif. Meskipun hasil pertemuan tersebut tidak menghasilkan kepastian tanggal bagi pembicaraan pelucutan nuklir Korea Utara.
"Untuk sebuah pertemuan pendahuluan, hasilnya cukup menggembirakan," Komentar Clinton kepada AFP, Jumat (11/12/2009).
Sebelumnya, usai meninggalkan Pyongyang setelah pertemuan, utusan khusus AS Stephen Bosworth menyatakan jika kedua negara setuju untuk melanjutkan negosiasi mengenai nuklir Korea Utara. Sedangkan Clinton sendiri menilai pembicaraan tersebut lebih bersifat eksplorasi dibandingkan sebuah negosiasi antara kedua belah pihak.
Kunjungan Bosworth ke Korea Utara merupakan kontak pertama bagi Amerika Serikat dan Korea Utara sejak Presiden Barack Obama memimpin negara adidaya tersebut di bulan Januari. Obama sendiri menjanjikan sebuah bentuk diplomasi langsung bagi pihak yang berseberangan dengan AS.
Sementara mengenai pembicaraan mengenai nuklir Korea Utara, AS bersama China, Korea Selatan, Jepang, dan Rusia mendesak Korut untuk melanjutkan kembali pembicaran perlucutan nuklir negara Kim Jong-il tersebut, setelah sebelumnya terhenti di bulan April lalu menyusul kecaman internasional mengenai peluncuran rudal jarak jauh Korut. (faj)(jri)