Ilustrasi
WASHINGTON - Seorang warga negara Amerika Serikat yang sedang menjalani masa penahanan di Myanmar, melakukan aksi mogok makan. Keterangan ini disampaikan oleh kekasih tahanan tersebut bersama pengacaranya di AS.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/12/2009), Nyi Nyi Aung yang ditahan di penjara Myanmar, menolak untuk mengkonsumsi makanan sejak 4 Desember lalu sebagai protes menuntut perbaikan kondisi bagi tahanan politik di Myanmar. Pria yang masih keturunan Myanmar tersebut berkunjung ke negara yang dikuasai pihak junta militer itu, dalam rangka menjenguk ibunya yang sakit.
Ironisnya, meskipun menuntut perbaikan kondisi bagi seluruh tahanan politik, kondisi Nyi Nyi Aung masih sedikit lebih baik dari tahanan lain. Hal ini dibuktikan dengan dibolehkannya warga AS tersebut menggunakan selimut di tempat tidur kayunya, sedangkan tahanan lain tidak.
Aktivis demokrasi ini sebelumnya ditangkap atas tuduhan penipuan kartu identitas di kantor imigrasi Myanmar. Namun tuduhan tersebut dibantah korban. Sedangkan pihak pengacara Nyi Nyi Aung mengaku jika kliennya ditangkap saat belum memasuki kantor imigrasi di Bandara Yangoon.
Sejak melakukan aksi mogok pada 4 Desember lalu, kondisi kesehatan Nyi Nyi Aung dikabarkan menurun. Menurut pengacara, kliennya kekurangan makanan, tidur, serta bantuan kesehatan. Akses untuk bertemu dengan konsulat AS juga ditutup. Diplomat AS sendiri dilarang menemui pria yang memiliki nama lain Kyaw Zaw Lwin ini. (faj)
(jri)