Awak pesawat yang ditangkap (Foto: AFP)
BANGKOK - Sebuah pesawat kargo yang memuat lebih dari 35 ton senjata yang berasal dari Korea Utara berhasil disita oleh pihak berwenang Thailand. Penahanan ini terjadi saat pesawat hendak mengisi bahan bakar di bandara Bangkok.
Menurut Juru Bicara pemerintah Thailand Panitan Wattanayogorn, pesawat kargo yang terbang dari Korea utara tersebut membawa senjata seperti misil dan granat. Sementara penahanan ini dilakukan melanggar resolusi PBB yang melarang perdagangan senjata dari negara Kim Jong-Il tersebut.
Penahanan ini dilakukan setelah pihak pemerintah Thailand menerima laporan atas pesawat kargo tersebut dari pejabat Amerika Serikat. Kejadian ini juga membuktikan jika Korea Utara masih melakukan perdagangan senjata dengan negara lain, meski PBB telah menjatuhkan sanksi pelarangan perdagangan senjata sejak melakukan tes atas nuklir mereka di bulan Mei. Demikian diberitakan Al Jazeera, Senin (14/12/2009).
Lima orang yang berada di pesawat berhasil ditahan dalam kejadian ini, empat diantaranya berasal dari Kazakhstan dan seorang lainnya dari Belarus. Kelima orang ini menolak tuduhan atas melakukan perdagangan senjata dan tidak bisa dibebaskan dengan jaminan.
Meski diketahui pesawat tersebut dijadwalkan akan mengisi bahan bakar di Kolombo, Srilanka, masih belum diketahui tujuan sebenarnya dari pesawat tersebut. Sementara pihak pemerintah AS menyebutkan pelanggan senjata Korut berasal dari Iran dan negara Timur Tengah lainnya. (faj)
(jri)