Getting Time...

Castro Kecam Pemilu Honduras

Fajar Nugraha
Senin, 14 Desember 2009 10:53 wib
Raul Castro (Foto: Reuters)
Raul Castro (Foto: Reuters)
HAVANA - Pemimpin Kuba Raul Castro kecam Amerika Serikat yang melegitimasi hasil pemilu Honduras. Castro menyebut pemilu tersebut sebagai sebuah lelucon memuakkan.

Berbicara di depan forum pertemuan Alba yakni pertemuan sembilan negara Amerika Latin di Havana, Kuba, Castro mendukung mantan Presiden Honduras itu untuk kembali ke tampuk kepemimpinan.

"Warga Honduras merasa konstitusi mereka telah dipermainkan, sementara perebut kekuasaan pemerintah yang sah, didukung oleh AS yang telah melegitimasi hasil pemilu lelucon tersebut," ucap Castro di depan forum Alba seperti dikutip Al Jazeera, Senin (14/12/2009).

Zelaya sendiri kehilangan jabatannya sebagai Presiden Honduras saat terjadi kudeta yang dilakukan militer Honduras pada Juni lalu. Setelah mengasingkan diri, Zelaya kembali ke Honduras diam-diam pada September dan berlindung di Kedutaan Brasil di Honduras hingga masa kepemimpinannya sebagai presiden, yang seharusnya berakhir pada 27 Januari mendatang.

Mengomentari pernyataan Castro, pihak Deplu AS menilai pemimpin Kuba tersebut tidak pantas memberikan pembelajaraan tentang demokrasi khususnya tentang pemilu di Honduras.

Pemilu Honduras 29 November lalu berakhir dengan kemenangan Porfirio Lobo, yang didukung oleh AS. Pemilu itu sendiri diikuti oleh jutaan warga Honduras usai kudeta pihak militer yang menyebabkan jatuhnya kekuasaan Manuel Zelaya yang berkuasa sejak 2006 lalu. (faj)(jri)
TWITTER »
twit