Opium (Foto: BBC)
NAY PYI TAW - Badan PBB tentang tindak kriminalitas dan narkoba (UNODC) mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai peningkatan penanaman opium di Myanmar, untuk membiayai perlengkapan militer mereka.
UNODC juga merilis laporan yang menyebutkan jika Myanmar telah meningkatkan produksi opium mereka selama tiga tahun berturut-turut termasuk kenaikan 11 persen pada tahun ini. Dari data tersebut wilayah Shan menjadi penyumbang terbesar penghasil popy (bahan dasar opium) di Myanmar hingga 95 persen. Hal ini menjadikan Myanmar sebagai penyalur opium terbesar kedua dunia setelah Afghanistan. Seperti dilansir Reuters, Senin (14/12/2009).
Selain itu sekitar 31.000 hektare lahan di Myanmar telah diubah fungsi menjadi ladang opium. Sementara sejak 2006, pembukaan lahan yang digunakan untuk dijadikan lahan opium naik hingga 50 persen.
Meski peningkatan lahan opium terus bertambah di negeri yang dipimpin oleh Than Shwie ini, nilai harga dari opium Myanmar sendiri justru mengalami penurunan. Dari angka USD123 juta atau sekira Rp1,1 miliar menjadi USD104 juta atau sekira Rp980 miliar.
Selain opium, Myanmar juga diperkirakan menjadi produsen besar obat-obatan terlarang seperti amphetamin. (faj)(mbs)