Silvio Berlusconi (Foto : The Sun)
ROMA - Saat Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi masih dalam proses penyembuhan akibat insiden penyerangan hari minggu kemarin, warga Italia berang dengan apa yang terjadi kepada perdana menteri mereka.
Setelah beberapa bulan terakhir serangan di media amat gencar terjadi menyusul skandal pribadi yang menyeruak terhadap Berlusconi, para pendukungnya menilai penyerangan yang dilakukan Massimo Tartaglia di Milan kemarin itu dinilai sudah melewati batas.
"Selama beberapa bulan terakhir Perdana Menteri kami dengan serangan verbal dari media, kekerasan fisik yang baru saja terjadi menjadi pemuncaknya." ucap Fabrizio Crichitto, pendukung Berlusconi seperti dikutip Euronews, Senin (14/12/2009).
Sedangkan pihak oposisi membatah jika kelompok kiri Italia bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut Nicola La Torre tokoh oposisi Italia, tuduhan tersebut merupakan tuduhan hal sinis yang tidak dapat diterima.
Seperti diketahui Silvio Berlusconi diserang saat dirinya usai berorasi di depan Katedral Milan. Insiden ini menyebabkan Perdana Menteri berusia 73 tahun tersebut menderita patah hidung dan dua giginya serta bibir pecah akibat diterjam miniatur Katedral Milan.
Tidak seperti pemimpin di dunia Silvio Berlusconi tidak dikawal oleh pengawal pribadi saat bertemu dengan pendukungnya. Keamanan Presiden AC Milan tersebut justru dipercayakan kepada pihak polisi lokal, dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah kepolisian Milan. (faj)(jri)