Aksi protes Sudan (Foto: Reuters)
OMDURMAN - Protes menuntut reformasi di Sudan berakhir dengan bentrok. Protes yang berlangsung di kota Omdurman ini, menuntut pemerintah mereformasi iklim demokrasi menjelang referendum dan pemilu yang sebentar lagi akan berlangsung.
Ratusan pendemo berkumpul di depan kantor salah satu partai yang mengorganisir protes tersebut. Mereka berniat untuk melakukan aksi jalan kaki menuju gedung parlemen.
Para pelaku protes meneriakan slogan menuntut kebebasan dan keadilan dalam sistem hukum Sudan, namun polisi segera menghentikan mereka sekitar 100 meter dekat gedung parlemen setempat. Polisi menembakan gas air mata untuk menghentikan aksi ini, namun pendemo membalasnya dengan lemparan batu. Pada akhirnya bentrokan antara pihak pendemo dan polisi pun tak dapat dihindari. Seperti dilansir BBC, Senin (14/12/2009).
Menurut laporan, beberapa pelaku protes ditahan dalam kejadian ini, namun masih belum jelas berapa jumlah dari para pendemo yang ditahan.
Referendum dan pemilihan umum merupakan bagian dari perjanjian damai di Sudan yang sebelumnya selama dua dekade dilanda perang saudara. Perang saudara ini berakhir di tahun 2005, saat dua pihak bertikai yakni Sudan Selatan dan Sudan Utara setuju untuk berdamai.
Namun para pemimpin Sudan Selatan mengkhawatirkan pendukung Presiden Omar Al Bashir yang mencoba untuk menyabotase proses voting di saat referendum dan pemilu, termasuk usaha pihak Al Bashir yang mencoba mempersulit kemerdekaan Sudan Selatan. (faj)(jri)