Getting Time...

Laporan dari Paris

SBY-Nicolas Sarkozy Bahas 3 Isu Penting

Nurfajri Budi Nugroho
Selasa, 15 Desember 2009 14:09 wib
Presiden SBY dan Presiden Sarkozy (Foto: Abror Rizki)
Presiden SBY dan Presiden Sarkozy (Foto: Abror Rizki)
PARIS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Presiden Prancis Nicolas Sarkozy di Istana Elysee, Paris, Senin petang waktu setempat. Ada tiga isu pokok dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut.

Tidak ada jumpa pers yang digelar kedua pemimpin usai pembicaraan.

Tiga hal yang dibahas SBY dengan suami Carla Bruni itu adalah hubungan bilateral kedua negara yang komprehensif, kemitraan strategis, dan KTT Iklim yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark.

Dalam bahasan kerja sama bilateral, materi yang dibicarakan mencakup pertahanan, pendidikan, investasi, perdagangan, dan pembebasan visa. "Kedua pemimpin sepakat melanjutkan banyak kerja sama yang selama ini sudah terjalin," ata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Intercontinental Hotel, Paris, Selasa (15/12/2009) menjelang subuh seperti dilaporkan wartawan okezone Nurfajri Budi Nugroho yang mengikuti rombongan Presiden.

Untuk kemitraan strategis RI-Prancis, jelas Dino, Sarkozy berkali-kali menekankan pentingnya Indonesia bagi negeri tempat kelahiran Napoleon Bonaparte itu. Menurut Sarkozy, Indonesia memiliki peran penting di berbagai kawasan dan memiliki hubungan baik dengan negara-negara Barat.

"Indonesia dan Prancis sama-sama menganut multilaretalisme dalam menyelesaikan masalah," kata Dino.

Sementara mengenai pelaksanaan KTT Iklim, Sarkozy meminta Indonesia menjadi jembatan dalam membantu mendorong tercapainya konsensus. "Ada kekhawatiran mengenai tantangan dalam mencapai konsensus. Perkembangan di lapangan masih sulit dijembatani, terutama antara AS dan China," jelasnya.

Untuk menjembatani pertentangan antara dua negara itu, delegasi Indonesia di Kopenhagen yang dipimpin Rachmat Witoelar secara proaktif berkomunikasi dengan semua level.

"Karena perjanjian akan diteken pada 18 Desember, maka manuver yang dilakukan akan lebih proaktif," urainya.

"RI dipandang sukses menggelar COP-13 di Bali. Sebagai negara berkembang, Indonesia dipandang fleksibel dan bisa menjadi consensus builder," imbuh Dino.

Berbagai pertemuan khusus untuk membahas KTT Iklim dengan sejumlah kepala negara juga akan dilakukan Presiden SBY. Pada Selasa malam, SBY akan bertemu PM Norwegia, dilanjutkan pertemuan dengan Presiden Meksiko.
(ton)
TWITTER »
twit