Getting Time...

PM Jepang Tunda Keputusan Pangkalan AS

Fajar Nugraha
Selasa, 15 Desember 2009 15:36 wib
Pangkalan militer AS di Okinawa (Foto: Reuters)
Pangkalan militer AS di Okinawa (Foto: Reuters)
TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama memutuskan untuk menunda nasib relokasi pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa, hingga tahun depan. Keputusan mengenai pangkalan militer Futenma menjadi batu sandungan hubungan diplomasi antara kedua negara sekutu tersebut.

Seperti dilansir surat kabar Asahi Shimbun, Selasa (15/12/2009), Hatoyama menunda keputusannya hingga bulan Mei 2010. Pemerintah Jepang sepertinya akan tetap memindahkan pangkalan militer yang terletak di Pulau Okinawa itu sambil mencari tempat baru sebelum keputusan final diambil.

Menurut perjanjian antara pemerintah Jepang dan AS pada 2006 lalu, Futenma akan dipindahkan ke lokasi yang sepi penduduk di utara Okinawa. Namun Hatoyama juga mengutarakan kemungkinan jika pangkalan tersebut akan bertempat di luar Okinawa.

Perjanjian tersebut juga mengharuskan sekira 8.000 pasukan marinir AS pindah dari Okinawa ke wilayah AS di Guam pada 2014. Namun pihak AS berkomentar jika hal tersebut baru bisa dilakukan jika perpindahan fasilitas di Futenma selesai dilakukan.

Setengah dari 47.000 pasukan AS yang berada di Jepang ditempatkan di Okinawa. Kehadiran mereka di pulau ini seringkali menimbulkan masalah dengan masyarakat setempat yang seringkali berujung pada aksi protes menentang penempatan pasukan AS di Okinawa.

Pendukung setempat mengeluh dengan suara bising yang dihasilkan dari pangkalan. Selain itu, polusi dan kejahatan yang seringkali terjadi di Okinawa membuat masyarakat setempat menuntut pangkalan militer AS untuk ditutup dan dipindah ke luar Okinawa. (faj)(jri)
TWITTER »
twit