Silvio Berlusconi (Foto: BBC)
MILAN ? Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi terpaksa menginap untuk hari kedua di rumah sakit kemarin. PM Italia itu harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah serangan yang mengakibatkan hidungnya patah dan dua giginya rontok.
Media Italia melaporkan, penyerangnya, Massimo Tartaglia, telah meminta maaf pada Berlusconi Senin (14/12/2009) atas perbuatan yang disebutnya sebagai ?tindakan dangkal, pengecut, dan tidak hormat?. PM berusia 73 tahun itu dilempar dengan sebuah patung dan mengenai wajah pada Minggu (13/12/2009), saat pawai politik di Milan.
?Silvio Berlusconi tampaknya tidak mungkin meninggalkan rumah sakit sebelum Rabu (23/12/2009). Situasi telah tenang tapi kondisinya memerlukan perhatian intensif,? papar dokter Alberto Zangrillo yang merawat pemimpin Italia tersebut. Berlusconi telah membatalkan rencana perjalanan ke Kopenhagen, Denmark, pekan ini untuk mengikuti KTT PBB tentang Perubahan Iklim.
Akibat pelemparan tersebut, PM Italia menderita sakit kepala parah dan sulit makan. Ada beberapa luka di wajah sang PM akibat serangan itu, seperti termasuk memar di bawah mata kirinya dan dua giginya tanggal. ?Perdana Menteri kehilangan setengah liter darah setelah serangan itu,? papar Zangrillo. Penyerang Berlusconi, Tartaglia, langsung ditahan setelah melakukan aksinya. Dia dibebaskan pengacaranya pada Senin (14/12/2009) setelah meminta maaf atas serangan yang dilakukannya.
?Saya tidak mengenali diri sendiri. Saya melakukan tindakan ini tanpa ada alasan militansi atau afiliasi politik,? ujar Tartaglia (42). Si penimpuk itu melempar wajah Berlusconi dengan patung katedral gotik Milan yang memiliki bobot cukup berat. Menurut media Italia, Tartaglia memiliki catatan sejarah 10 tahun masalah mental. Dia pun menghadapi ancaman lima tahun penjara atas dakwaan melukai Berlusconi.
Serangan itu pun memunculkan beragam pertanyaan tentang kemampuan pengamanan pejabat tinggi negara seperti Berlusconi. ?Kasus ini membuktikan sistem perlindungan kepala pemerintahan tidak efektif dan ada celah untuk menembusnya,? kata anggota parlemen komisi keamanan Italia Carmelo Briguglio.
Juru bicara Berlusconi, Paolo Bonaiuti, menjelaskan bahwa PM telah melontarkan komplain padanya. Bonaiuti mengatakan, ?Ada semacam lingkaran kebencian. Apakah Kamu berpikir sesuatu yang mungkin terjadi?? Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni turut berkomentar. ?Sistem pengamanan Berlusconi tidak dapat disalahkan,? katanya.
Atas serangan itu, sejumlah pemimpin negara mengirimkan pernyataan simpati. Mereka antara lain Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, PM Rusia Vladimir Putin, PM Inggris Gordon Brown, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Paus Benedictus XVI. Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Hillary Clinton menunjukkan simpatinya melalui percakapan telepon dengan Menlu Italia Franco Frattini.(Koran SI/Koran SI/mbs)