Foto: Webwombat.com
KOPENHAGEN - Di tengah ancaman protes besar-besaran dari kelompok pecinta lingkungan, para Menteri Lingkungan Hidup mengambil alih negosiasi yang sebelumnya diwakili para delegasi dari 193 negara yang ikut serta dalam KTT Iklim PBB (UNFCCC).
Sebelumnya negosiasi berakhir dengan kebuntuan mengenai pengurangan emisi gas buang dan bantuan keuangan untuk negara miskin.
Kondisi ini mengundang kemarahan para aktivis lingkungan yang menilai tidak adanya kemajuan dari konferensi yang berlangsung dari 7-18 Desember. Kelompok Climate Justice Action merencanakan untuk melakukan protes hari ini. Kelompok tersebut menuduh 15.000 delegasi yang berada di konferensi selalu menunda proposal mengenai perubahan iklim yang mereka bawa. Seperti diberitakan BBC, Rabu (16/12/2009).
Pertemuan tingkat tinggi yang dimulai sejak Selasa lalu itu diikuti oleh para menteri lingkungan dan negosiator dari 193 negara. Mereka berjuang untuk mencapai kesepakatan mengenai isu utama yaitu pengurangan gas karbon. Sementara lebih dari 120 pemimpin dunia secara formal akan bergabung dalam pembicaraan pada Kamis besok dan diharapkan ada kesepakatan yang dicapai Jumat lusa.
Hingga kini, isu yang masih belum bisa disepakati dalam forum ini adalah ukuran pengurangan emisi dari negara berkembang, mekanisme aliran dana bantuan dan penyalurannya kepada negara miskin, serta menentukan kesepakatan untuk menjaga temperatur dunia di level 2 derajat celcius atau pada level 1,5 derajat celcius.
Kecurigaan negara-negara miskin terhadap negara maju menjadi batu sandungan forum ini. Negara miskin menuduh negara kaya akan menarik komitmen mereka untuk mengatasi perubahan iklim. (faj)
(jri)