o1 o2

International


Tokoh Kunci Abu Sayyaf Ditangkap

Kamis, 17 Desember 2009 - 10:56 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Fajar Nugraha - Okezone
Ilustrasi

MANILA - Pihak berwenang Filipina mengklaim berhasil menangkap seorang tokoh kunci yang menjadi salah satu pendiri kelompok militan Islam Abu Sayyaf, yang biasa beroperasi di Provinsi Mindanao.

Abdul Basir Latip yang disebut-sebut sebagai tokoh penting dibelakang Abu Sayyaf dituduh sebagai dalang pelaku penculikan warga asing, khususnya kelompok Kristen yang ada di Mindanao. Latip juga diyakini sebagai tokoh sentral yang membangun jaringan Abu Sayyaf dengan kelompok militan Islam seperti, Jemaah Islamiyah bahkan Al Qaeda.

Latip ditangkap di Bandara Manila sesaat setelah ditransfer dari Indonesia, ia pun langsung dibawa ke pihak Penyelidik Nasional Filipina (NBI) untuk dimintai keterangan. Latip ditangkap di Indonesia bulan November lalu, dalam perjalanan pulang ke Filipina dari Suriah.

Di tahun 2007 pengadilan AS di Washington mendakwa Abdul Basir Latip terlibat dalam aksi penculikan seorang misionaris protestan Charles walton yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf pada 1993. Walton saat itu diculik saat bekerja sebagai guru diwilayah terpencil di Pulau Jolo, Selatan Filipina, meskipun berhasil dibebaskan dengan membayar uang tebusan. Demikian diberitakan BBC, Kamis (17/12/2009).

Namun pemerintah Filipina masih mendakwa Latip atas menggunakan nama palsu dalam paspornya. Sementara menurut Direktur NBI Ricardo Diaz, tahanannya tersebut akan diekstradisi ke AS jika tidak ada dakwaan lain yang bisa dibuktikan di Filipina.

Menanggapi tuduhan keterlibatannya dengan Abu Sayyaf, Abdul Basir Latip menolak segala tuduhan tersebut. Namun ia mengaku memiliki hubungan pertemenan dengan pendiri Abu Sayyaf, Abudarajak Abubakar Janjalani.

Janjalani mendirikan kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan pada tahun 1990 lalu. Kelompok ini dinilai sebagai kelompok militan paling brutal dan radikal yang beroperasi di Filipina Selatan, dengan aksi-aksi seperti penculikan, pemerasan dan pemboman.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan kelompok ini dianggap melemah setelah operasi militer gabungan antara Filipina dan AS yang gencar dilakukan diwilayah operasi mereka. (faj)(jri)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4