Getting Time...

NATO Minta Bantuan ke Rusia

Fajar Nugraha
Kamis, 17 Desember 2009 14:51 wib
Sekjen NATO (Foto: flickr.com)
Sekjen NATO (Foto: flickr.com)
MOSKOW - Dalam kunjungan pertamanya ke Ibukota Rusia, Moskow, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) , Anders Fogh Rasmussen meminta kerjasama Rusia untuk menangkal ancaman terhadap keamanan di kedua belah pihak.

Rasmussen juga meminta pihak Rusia untuk tidak merasa terganggu dengan perbedaan yang seringkali muncul antara NATO dan Rusia. Hubungan NATO dengan Rusia sendiri sempat terganggu akibat perang yang terjadi antara Rusia dengan Georgia yang menginginkan bergabung dengan NATO.

Meski keduanya seringkali berseberangan, satu isu yang dapat membuat NATO dan Rusia memiliki pendapat yang sama, yakni Afghanistan. NATO memang membutuhkan Rusia khususnya tentang penyediaan wilayahnya untuk dilalui oleh pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Demikian diberitakan Euronews.net, Kamis (17/12/2009).

sedangkan pihak Moskow memilik alasan tersendiri dalam membantu upaya pasukan koalisi ini.

Kekhawatiran Negeri Beruang Merah tersebut didasarkan pada ancaman kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan, yang tentunya dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah Rusia sendiri. Namun negara barat tidak mengharapkan jika Rusia mau mengirim bantuan pasukan ke wilayah Afghanistan.

Sementara mengenai pakta keamanan, Rusia sendiri mengajukan proposal mengenai pakta pertahanan negara-negara Eropa. Namun rencana Rusia ini dinilai negara barat sebagai ancaman untuk menjembatani hubungan antara timur dan barat, selain ketakukan negara barat jika pakta pertahanan Eropa ini dapat melemahkan pengaruh NATO, khususnya di negara-negara bekas Uni Soviet. (faj)

(jri)
TWITTER »
twit