Pemberontak ELN (Foto: AP)
BOGOTA - Dua kelompok pemberontak pemerintahan Kolombia FARC dan ELN, mengumumkan penyatuan mereka melawan pemerintahan Kolombia yang dipimpin oleh Alvaro Uribe. Pengumuman ini dilayangkan di sebuat website yang diduga dimiliki oleh FARC.
Bergabungnya FARC dan ELN tentunya menimbulkan ancaman baru bagi keamanan di Kolombia yang sudah terlibat konflik perang saudara selama 45 tahun. Penyatuan ini secara signifikan dapat menimbulkan bahaya lebih, khususnya bagi pihak keamanan Kolombia dibandingkan saat keduanya berjalan sendiri-sendiri.
Namun FARC dan ELN sendiri memiliki ideologi berbeda. FARC merupakan kelompok sayap kiri terbesar dan tertua di Kolombia, yang memiliki 16.000 pejuang. Kelompok radikal ini mendanai operasi mereka lewat perdagangan narkoba.
Sementara ELN yang dibentuk pada 1965, diawaki oleh kaum intelektual yang diinspirasi oleh revolusi Kuba. Mereka bersifat lebih politis dan menguasai daerah kota dan desa. Demikian diberitakan BBC, Kamis (17/12/2009).
Para pengamat memperkirakan sulit bagi kedua belah pihak untuk bergabung bersama melawan pemerintahan. Ideologi berbeda diperkirakan akan menjadi halangan untuk keduanya meneruskan perlawanan terhadap pemerintah.
FARC sebenarnya sempat berusaha menguasai ELN di masa lalu, namun kelompok ini terbukti cukup tangguh dan berhasil memukul mundur pasukan FARC di beberapa daerah.
Setelah mengalami beberapa kekelahan melawan pasukan keamanan dari pemerintah yang dipimpin oleh Alvaro Uribe, kini FARC mencoba membangun kembali pasukannya. Kelompok ini dalam pernyataannya akan terus konsisten melawan pemerintahan yang didukung oleh Amerika Serikat yang mereka anggap imperialis yang menguasai Kolombia, serta kekuatan oligarki yang berada di negara Amerika Selatan tersebut. (faj)
(jri)