Khieu Samphan (Foto: AFP)
PHNOM PENH - Pengadilan kejahatan perang yang diprakarsai oleh PBB di Vietnam, mendakwa seorang mantan Pimpinan Khmer Merah dengan tuduhan melakukan genosida atau pemusnahan massal.
Khieu Sampan yang kini berusia 78 tahun dituduh berada dibelakang pembantaian warga Vietnam dan etnis Muslim Cham di Kamboja pada era 70-an.
"Khieu Samphan telah dibawa ke pengadilan dan didakwa atas tindak genosida terhadap etnis Cham dan warga Vietnam," kata Lars Olsen, juru bicara pengadilan HAM PBB, seperti dikutip AFP, Jumat (18/12/2009).
Bulan lalu pengadilan telah mengumumkan penyelidikan pembantaian warga Vietnam termasuk pembantaian etnis minoritas Islam Cham di Kamboja, yang dilakukan oleh rezim Khmer pada 1975-1979.
Sebelumnya Khieu Samphan bersama dua penjahat perang kamboja lainnya yakni Nuon Chea, orang nomor dua di Khmer Merah dan Menlu Khmer Merah Leng Sary, telah didakwa atas tindak kejahatan perang dan tindak kejahatan atas kemanusiaan.
Samphan sendiri kini masih dalam penahanan pihak pengadilan menunggu pengadilan berikutnya bersama Nuon chea, leng Sary serta istrinya Leng Thirith.
Dipimpin oleh Pol Pot, Khmer Merah mengusir warga Kamboja dari rumah mereka sebagai upaya untuk membentuk negara komunis. Upaya ini menyebabkan lebih dari dua juta warga Kamboja menderita kelaparan, kerja rodi, penyiksaan serta pembunuhan termasuk di dalamnya etnis minoritas Muslim Cham. (faj)(jri)