David Miliband (Foto: AFP)
LONDON - China 'membajak' KTT Iklim di Kopenhagen dengan menghalangi terwujudnya traktat yang mengikat secara hukum (legally binding).
Hal tersebut dikatakan Menteri Perubahan Iklim Inggris David Miliband, seperti dikutip dari AFP, Senin (21/12/2009).
"China memveto upaya untuk memeri kekuatan hukum kepada perjanjian yang dicapai dalam KTT PBB tentang Perubahan Iklim di ibu kota Denmark," tulis Miliband di surat kabar Guardian.
Menurut dia, China juga menghalangi kesepakatan pengurangan emisi global. "Ini adalah proses yang semrawut yang ditunjukkan dengan permainan prosedural," tulis Miliband. "Pertengkaran prosedural itu, faktanya, adalah sebuah penutup bagi hal-hal yang serius, ketidaksepakatan substantif," tambahnya.
Sebagian besar negara, baik maju atau berkembang menurut dia, yakin bahwa perjanjian yang kekal yang melindungi planet hanya dapat dicapai jika seluruh komitmen atau tindakan negara-negara diikat secara hukum.
"Namun beberapa negara berkembang terkemuka menolak untuk menyetujui ini," sesalnya.
"Kita tidak mendapatkan kesepakatan mengenai pengurangan emisi global sebesar 50 persen pada 2050 atau 80 persen pengurangan oleh negara-negara maju. Kedua hal itu diveto China, meskipun ada dukungan dari koalisi negara-negara mju dan sebagian besar negara berkembang."(jri)