Getting Time...

Tuduh Stalin Pembunuh, Radio Dituntut

Fajar Nugraha
Selasa, 22 Desember 2009 11:20 wib
Pendukung Stalin (Foto: Reuters)
Pendukung Stalin (Foto: Reuters)
MOSKOW - Cucu mantan pemimpin Uni Soviet, Josef Stalin, menuntut sebuah stasiun radio di Moskow yang dituduh menyebarkan fitnah terhadap kakeknya.

Radio Ekho Moskvy dituntut membayar 10 juta rubel atau sekira Rp3,1 miliar kepada Yevgeny Dzhugashvili atas komentar yang dikeluarkan presenter radio, Matvey Ganapolsky. Ganapolsky sebelumnya menyebut Stalin mengeluarkan perintah penembakan terhadap bocah 12 tahun jika terbukti sebagai musuh negara.

Tuntutan yang dikeluarkan oleh Dzugashvili merupakan yang kedua. Sebelumnya tuntutan serupa dilayangkannya kepada surat kabar Novaya Gazeta, yang menuduh Stalin melakukan pembantaian terhadap ribuan warga Soviet. Demikian diberitakan Reuters, Selasa (22/12/2009).

Ditanya mengenai sosok Stalin, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin turut meramaikan debat mengenai jasa-jasa pemimpin Rusia tersebut. Putin mengakui jasa-jasa Stalin untuk memajukan sektor industri di Uni Soviet kala itu. Namun Putin mengecam rezim Stalin yang dianggapnya terlalu represif.

Sementara itu dalam sebuah polling yang dilakukan lembaga survei di Rusia menyebutkan, 37 persen warga Rusia memandang Stalin dengan rasa bangga, simpati, serta rasa hormat. Sedangkan seperempat dari masyarakat Rusia justru membenci, bahkan memandang Stalin sebagai sosok yang ditakuti. Sisanya menolak untuk mengemukakan pendapat. (faj)(jri)
TWITTER »
twit