Suasana di sidang KTT Iklim PBB (Foto: Abror/Setneg)
BEIJING - China membantah tuduhan yang dibuat menteri Inggris bahwa pihaknya bertanggung jawab atas nyaris gagal totalnya negosiasi iklim di Kopenhagen.
Menteri Perubahan Iklim Ed Miliband menuding China memveto kesepakatan mengenai pembatasan emisi. Dalam tulisan yang dipublikasikan di surat kabar Guardian, kemarin, Miliband menyebut China telah "membajak" KTT Iklim.
Beijing menuding komentar Miliband merupakan skema politik untuk memprovokasi perselisihan di antara negara-negara berkembang. Demikian seperti dikutip dari BBC, Selasa (22/12/2009).
KTT PBB tentang Perubahan Iklim berakhir tanpa kesepakatan tegas daro 192 negara mengenai perubahan iklim. Para delegasi hanya berkomitmen untuk mengakui pembatasan kenaikan temperatur sebesar 2 derajat Celcius.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Jiang Yu tidak menyebut Miliband dengan nama, namun dalam komentarnya yang dilaporkan oleh kantor berita Xinhua, dia menyatakan pernyataan dari politisi Inggris itu adalah sebuah skema politik.
"Skema ini tidak adak membuahkan hasil," tegas Jiang.
Sementara itu Kuba menuding Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai seorang pembohong imperial dan arogan, atas perannya dalam konferensi iklim di Kopengahen.
Tudingan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez, mengenai tingkah laku Obama di Kopenhagen. "Pada KTT ini, hanya ada satu imperial, Obama yang arogan, yang tidak mendengar, yang memaksakan sikapnya dan bahkan mengancam negara-negara berkembang," kata Rodiguez dikutip dari AP.
Rordiguez juga menyebut KTT itu sebagai sebuah buah pikiran yang keliru dan lelucon belaka. Dia juga menuding Washington menggunakan kesepakatan tertutup untuk menipu dunia dengan kesepakatan yang tidak demokratis. Sebab, Obama tidak mendesak kewajiban bagi para penghasil emisi terbesar untuk menetapkan angka pemangkasan emisi.(jri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad