Getting Time...

Ditolak Masuk, Warga China Menginap di Bandara Narita

Fajar Nugraha
Rabu, 23 Desember 2009 15:49 wib
Feng Zhenghu (Foto: AP)
Feng Zhenghu (Foto: AP)
TOKYO - Seorang aktivis asal China terpaksa menginap di bandara internasional Narita, Tokyo, Jepang selama kuran lebih 50 hari. Feng Zhenghu terpaksa menginap karena ditolak masuk ke negara sendiri, China.

Seperti layaknya film "The Terminal" yang dibintangi Tom Hanks, yang mengisahkan seorang pria terpaksa tinggal di bandara akibat kehilangan status kewarganegaraannya, kisah Feng Zhenghu kurang lebih sama dengan tokoh tersebut. Namun yang berbeda dari Feng Zhenghu adalah dirinya memilik paspor China yang valid serta visa untuk masuk ke Jepang.

Pria berusia 55 tahun tersebut menginap di Bandara Narita sebagai upaya protes kepada pemerintah China yang menolaknya masuk ke negaranya sendiri.

"Saya adalah warga negara China dan saya ingin kembali negara saya. Amat mengherankan jika saya tidak bisa kembali ke negara saya sendiri." ungkap Feng Zhenghu seperti dikutip dari AP, Rabu (23/12/2009).

Feng yang sering berpergian ke Jepang dan sempat bekerja sebagai konsultan bisnis, membuat berang pemerintahannya atas tulisannya yang memprotes perlakuan pihak berwenang China yang menahannya tanpa ada bukti jelas saat terjadi sebuah protes mahasiswa. Atas protes tersebut Feng sempat menjalani masa penahanan selama tiga tahun.

Feng sendiri sudah delapan kali berusaha masuk ke negaranya, namun selalu ditolak. Pada upaya terakhir ia sempat mendarat di Bandara Pudong di Shanghai, China, Feng kembali ditolak dan dipaksa untuk kembali ke Jepang. Kesal dengan perlakuan pemerintahan China, Fheng akhirnya memutuskan menginap di bandara Narita sebagai bentuk protesnya.

Selama menginap di bandara tersibuk di Jepang itu, Feng bertahan hidup dengan tidur dibangku plastik ruang tunggu bandara. Sementara untuk makan Feng mengandalkan pemberian pengguna bandara yang bersedia memberikan dia mie instan serta biskuit. Beberapa awak pesawat seringkali memberikan makanan kepada pria tersebut.

Dirinya pun terus menggalang perhatian massa dengan aktif berhubungan dengan para pendukungya melalui situs jejaring sosial twitter. 8,500 orang yang menjadi pengikut Feng, terus memberikan dukungan kepadanya.

Kabar mengenai Feng pun akhir menyebar luas. Kini dengan status layaknya seorang selebritis, Feng terus menarik perhatian banyak pihak. Bahkan sebuah kelompok LSM HAM dari Hong Kong, sengaja terbang mengunjungi dia untuk memberikan makanan, serta kebutuhan lain seperti penghangat air, pemutar dvd serta dvd film "The Terminal".

Pemerintah Jepang sendiri tidak bisa memaksa Feng untuk masuk ke Jepang meskipun dia memiliki visa resmi. Saat ini pemerintah Jepang hanya menunggu masa waktu visa Feng yang akan berakhir bulan Juni mendatang. Sedangkan pemerintah China sendiri menolak berkomentar atas ulah warganya tersebut. (faj)
(jri)
TWITTER »
twit