Ilustrasi
YERUSALEM - Parlemen Israel lakukan rapat dengar pendapat atas kasus pencurian organ tubuh dari jenazah warga Palestina, Israel, dan pekerja asing yang dilakukan militer Israel tanpa seijin pihak keluarga.
Sebelumnya pada 21 Desember lalu, militer Israel mengakui praktek panen organ yang berlangsung pada era tahun 90-an. Pengakuan militer Israel ini diperkuat dengan keterangan petugas kesehatan Israel, yang memberikan keterangannya pada Rabu 23 Desember lalu. Para petugas kesehatan ini menyatakan jika organ curian tersebut dilakukan untuk kepentingan transplantasi. Demikian diberitakan Al Jazeera, Jumat (25/12/2009).
Kementrian Kesehatan Israel mengakui praktek tersebut memang terjadi di masa lalu. Namun dia mengklaim jika saat ini sudah tidak dilakukan lagi.
Keterangan Kementrian Kesehatan Israel terus mendapatkan kecaman. Seorang anggota parlemen Israel yang juga keturunan Palestina, Ahmed Tibi, mengaku memiliki bukti jika praktek tersebut masih terus berlangsung hingga kini.
Tibi menyebutkan telah menerima laporan dari keluarga Fadul Ordul Shaheen, seorang warga Gaza yang meninggal akibat diabetes tahun ini. Keluarga tersebut menerima jenazah Shaheen dengan kondisi dua kornea matanya hilang serta terdapat luka bekas operasi di sekujur tubuhnya.
Meski parlemen Israel masih belum mendapat jawaban memuaskan atas kasus ini, mereka memastikan akan terus mengorek informasi untuk memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga yang menjadi korban kebijakan praktek ini. (faj)
(rhs)