Eurostar (Foto: AFP)
PARIS - Operator terowongan bawah laut yang menghubungkan Prancis dengan Inggris, Eurotunnel, menuduh operator kereta api Eurostar yang mengunakan fasilitas terowongan tersebut telah mengabaikan keselamatan penumpang.
Tuduhan ini berkaitan dengan insiden terperangkapnya sekira 2.000 penumpang Eurostar di dalam terowongan pada Sabtu 19 Desember lalu.
Saat itu Lebih dari 2.000 penumpang terjebak di dalam terowongan bawah laut hingga 16 jam setelah empat kereta mogok. Ketika itu, suhu di wilayah Prancis bagian utara menukik hingga minus delapan derajat Celsius. Perbedaan yang mencolok antara suhu di dalam dan di luar terowongan sepanjang 55,5 kilometer itu mengakibatkan masalah teknis pada mesin kereta. Demikian diberitakan BBC, Sabtu (26/12/2009).
Selama terperangkap tersebut banyak dari penumpang terpaksa tinggal di bawah tanah tanpa makanan dan minuman.
Eurotunnel menuduh pihak Eurostar telah melakukan prosedur yang salah saat mengevakuasi penumpang yang terjebak. Operator terowongan tersebut mengecam tidak adanya komunikasi kepada penumpang saat kereta Eurostar berhenti didalam terowongan bawah laut itu.
Namun Eurostar menjawab tuduhan tersebut dengan mengatakan jika Eurotunnel juga terlibat atas lambatnya proses evakuasi atas penumpang itu.
Selain perusahaan kereta api yang menghubungkan Inggris dan negara Eropa lainnya tersebut, Eurotunnel juga menuduh pihak Kepolisian Kent, Inggris yang tidak melakukan kontrol dan pemeriksaan yang komprehensif saat insiden tersebut berlangsung.
Jaringan kereta Eurostar sendiri dijadwalkan akan beroperasi kembali hari Sabtu ini, dengan 40 kereta api melalui rute yang menghubungkan London, Paris dan Brussel. Selain sebagai penyedia layanan terowongan, Eurotunnel juga menyediakan layanannya sendiri untuk mobil dan bus. (faj)
(rhs)