Pemberontak Maois (Foto: currentopics.com)
AURANGABAD - Sekitar 200 kelompok pemberontak Maois yang beroperasi di sebelah timur wilayah India, mengepung sebuah sekolah dan kemudian merusaknya dengan menggunakan bahan peledak.
Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam penyerangan di wilayah Aurangabad ini. Namun hancurnya gedung sekolah diperkirakan akan menghambat proses belajar para siswa di daerah tersebut. Demikian diberitakan BBC, Senin (28/12/2009).
Serangan terpisah juga terjadi di wilayah Orissa. Di daerah ini para pemberontak meledakan sebuah menara komunikasi milik sebuah operator telepon seluler dan membakar beberapa bus. Kelompok Maois tersebut menuntut pemindah pasukan keamanan di wilayah Orissa.
Aktivis HAM dunia mengutarakan jika puluhan ribu anak India terganggu proses belajar mereka akibat konflik kelompok Maois dan pemerintah India. Lebih dari 40 gedung sekolah sebelumnya telah diserang oleh pihak pemberontak selama tahun ini di Bihar dan Jharkhand.
Bulan lalu pemerintah India menyiapkan serangan besar-besaran untuk memberantas pemberontak Maois yang beroperasi di wilayah India. Atas rencana serangan ini, pihak Maois bersedia untuk berunding dengan syarat rencana serangan tersebut dibatalkan.
Pemberontak Maois seringkali terlibat peperangan dengan pasukan keamanan India. Mereka memperjuangkan penerapan ideologi komunis di beberapa wilayah India. Namun konflik keduanya seringkali menimbulkan korban di kalangan sipil.
Dalan kurun waktu Januari hingga Maret tahun ini, dilaporkan 600 warga sipil tewas akibat pertempuran pihak keamanan India dan pemberontak Maois. Umumnya para pemberontak melancarkan serangan di wilayah miskin yang dikuasai suku tertentu. Tetapi mereka juga sering beroperasi di wilayah kaya sumber daya alam. (faj)(rhs)