Presiden AS Barack Obama (Foto: AFP)
HAWAII - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan jaringan intelijen mengalami kesalahan sistemik. Hal ini diungkapkan Presiden Obama menyusul rencana pengeboman pesawat Northwest Airlines bertepatan dengan Hari Natal lalu.
"Kesalahan sistemik telah terjadi, hal ini tentunya tidak dapat diterima," Ucap Presiden Obama disela-sela liburannya di Hawaii.
Presiden kulit hitam pertama AS tersebut menambahkan jika kesalahan intelijen yang mengancam keamanan negara diakibatkan oleh faktor manusia dan sistem yang selama ini berlaku. Dia juga menekankan jika semua pihak yang terkait perlu belajar dari pengalaman agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Demikian diberitakan AFP, Rabu (30/12/2009).
Presiden dari Partai Demokrat ini kembali mempertanyakan Umar Farouk Abdulmutallab yang sudah diketahui memiliki hubungan dengan kelompok ekstrimis, masih bisa naik ke pesawat untuk menebar ancaman bom.
Atas insiden ini pihak Gedung Putih mengaku akan menerima dua laporan dari tim investigasi yang sebelumnya sudah ditugaskan. Laporan tersebut rencananya akan diperoleh akhir pekan ini.
Sementara itu Presiden Obama mengatakan akan tetap mendukung kinerja badan intelijen, penegak hukum, serta pihak berwenang dalam negeri, untuk menjaga negaranya dari serangan teroris.
Namun dalam kesempatan yang sama Presiden Amerika Serikat ke-44 itu mendesak agar tanggung jawab serta akuntabilitas di semua level keamanan terpenuhi. (faj)(rhs)