Getting Time...

"Kejutan Natal" Diketahui Intelijen AS

Fajar Nugraha
Kamis, 31 Desember 2009 12:00 wib
Umar Farouk Abdulmutallab (Foto: nydailynews.com)
Umar Farouk Abdulmutallab (Foto: nydailynews.com)
WASHINGTON - Pihak intelijen Amerika Serikat (AS) mengakui mengetahui rencana "kejutan natal" yang akan dilakukan oleh pihak teroris. Namun saat itu intelijen AS masih bingung menerka siapa pelaku yang akan melakukan ancaman peledakan bom di pesawat.

Seperti diketahui sebelumnya pada hari Natal lalu Umar Farouk Abdulmutallab mencoba meledakan pesawat Northwest Airline yang penuh dengan penumpang, saat mendekati Detroit, AS. Namun aksi Abdulmutallab gagal terealisasi setelah peledak yang dibawanya tidak meledak dan ia pun diringkus para penumpang.

Atas serangan tersebut menurut seorang pihak petugas intelijen AS yang tidak diketahui namanya mengakui juga Dinas Intelijen AS mengetahui jika Al Qaeda menyiapkan rencana penyerangan di hari natal.

"Kami sudah melacak rencana penyerangan tersebut sejak berbulan-bulan sebelumnya, namun informasi mengenai tentang kapan dan dimana upaya penyerangan tersebut masih terlalu kabur untuk diketahui," ucap petugas intelijen tersebut seperti dikutip AFP, Kamis (31/12/2009).

Petugas tersebut juga menambahkan jika masalahnya terletak pada Pusat Penangkalan Teroris Nasional yang menyimpan data mencurigakan dari para pelaku teroris yang sudah terlacak.

"Sekitar 8.000 data mencurigakan masuk setiap hari. Kami (intelijen) tidak bisa menemukan suatu laporan yang bisa dipercaya," lanjutnya.

Penerbangan Northwest Airlines diancam diledakan oleh Abdulmutallab seorang warga Nigeria. Sebelumnya Ayah Abdulmutallab telah melaporkan radikalisme anaknya kepada Kedubes AS di Nigeria.

Pemilihan Abdulmutallab sebagai martir oleh Al Qaeda dianggap jika operasi jaringan teroris internasional tersebut makin rumit. Al Qaeda biasanya merekrut warga Arab untuk dijadikan pelaku pemboman bunuh diri. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit