Foto: AFP
DUBAI - Senin (04/01) akan menjadi permulaan sejarah tahun ini di dunia. Di hari itu, Dubai -secara resmi- akan membuka pencakar langit tertinggi dunia, Burj Dubai. Pembukaan gedung ini diharapkan dapat memperbaiki citra negara yang baru saja ternoda akibat utang di Emirat Teluk itu.
Namun, menjelang pembukaannya, tidak diketahui secara pasti berapa tinggi Burj Dubai itu. Emaar, perusahaan properti raksasa yang sebagian besar sahamnya dimiliki pemerintah dan mengembangkan beton berbentuk jarum, logam dan struktur dari kaca itu, menolak untuk mengungkapkan tinggi pasti Burj Dubai. Sampai saat ini, tinggi gedung itu masih menjadi misteri.Dengan demikian, perusahaan itu hanya menyebutkan bahwa tinggi Burj mencapai 800 meter, atau lebih tinggi daripada gedung tertinggi saat ini,Taipei 101 di Taiwan yang tingginya mencapai 508 meter dan tiang menara KVLY-TV setinggi 628,8 meter di North Dakota, Amerika Serikat.
Menurut Bill Baker, insinyur struktur dan teknik sipil dan mitra Skidmore, Owings and Merrill (SOM) asal Chicago,perancang bangunan itu, Burj Dubai menciptakan standar baru. “Kami rasa, bangunan itu lebih tinggi sedikit daripada gedung tertinggi saat ini, Taipei 101. (Emaar) tetap meminta kami untuk membangunnya lebih tinggi lagi. Namun, kami tidak tahu seberapa tinggi yang bisa kami capai,” ujarnya.
“Kami mampu menyetem gedung itu seperti kami menyetem alat musik.Di saat kami membuatnya lebih tinggi dan tinggi dan lebih tinggi lagi, kami menemukan bahwa dengan melakukan proses itu, kami ternyata mampu mencapai ketinggian yang lebih tinggi dari apa yang pernah kami rasa, dan kami mampu. Kami mendapatkan sedikit pelajaran dari Burj Dubai. Saya kira kami bisa dengan mudah membuat menara setinggi satu kilometer.Kami optimistis dengan kemampuan untuk membuat bangunan lebih tinggi lagi.”
Menara dengan 160 lantai, berisi 330 ribu meter kubik beton dan 31.400 ton baja bisa terlihat dari jarak sejauh 95 kilometer. Burj Dubai punya 57 elevator, yang bisa membawa orang ke 1.044 apartemen dan 49 lantai ruang kantor dan juga hotel yang memiliki logo Giorgio Armani. Sebuah bentuk Y spiral yang didesain arsitek SOM Adrian Smith dipakai untuk mendukung inti struktur menara, dan terus menyempit ke atas.
Begitu mencapai puncak tertinggi, bentuk itu menjadi struktur baja yang ditutup puncak yang besar. Untuk mencapai tahap akhir, beton didorong sampai mencapai ketinggian 605 meter,sebuah rekor dunia. George Efstathiou, partner SOM dan manajer proyek utama, mengungkapkan, bentuk Y itu memberikan dasar yang stabil bagi bangunan tinggi itu. Konstruksi,dimulai pada 2004, diperkirakan telah menelan biaya USD1 miliar (sekitar Rp9,385 triliun) dan dikerjakan Samsung Engineering & Construction asal Korea Selatan, BESIX dari Belgia dan Arabtec dari Uni Emirat Arab. Gedung pencakar langit itu adalah pusat distrik belanja baru senilai USD20 miliar (sekitar Rp187,7 triliun), Downtown Burj Dubai, yang termasuk 30.000 apartemen dan Dubai Mall, yang menyebut ruang untuk 1.200 tokonya membuat tempat itu sebagai pusat belanja indoorterbesar dunia.
Menjelang pembukaan resmi pada lusa mendatang, agen perumahan di tempat itu mengungkapkan adanya kenaikan permintaan unithuniandimenaraitu,yangdijual developernya beberapa tahun lalu. Burj Dubai akan menerima warga pertamanya pada awal Februari mendatang.Mereka akan menjadi yang pertama dari lebih dari 12.000 orang yang akan tinggal dan bekerja dimenara tertinggi dunia itu.
Sementara, pada Selasa (05/01),publik bisa mengakses At The Top,dek observasi tertinggi dunia diBurj Dubai dilantai 124 menara itu. (AFP/Bernama/syarifudin) (Koran SI/Koran SI/rhs)