Getting Time...

Diancam Al Qaeda, AS Tutup Kedutaan di Yaman

Anton Suhartono
Senin, 04 Januari 2010 00:15 wib
Seorang tentara Yaman berjaga di depan kantor kedutaan Amerika Serikat di ibu kota Sana'a, Yaman, Minggu (3/1). (Foto: AP)
Seorang tentara Yaman berjaga di depan kantor kedutaan Amerika Serikat di ibu kota Sana'a, Yaman, Minggu (3/1). (Foto: AP)
SANA’A - Pemerintah Amerika Serikat, Minggu ini, menutup kantor kedutaannya di Sana’a, Yaman, menyusul ancaman serangan dari kelompok Al Qaeda.

Konfrontasi AS dan Al Qaeda semakin meningkat pascapenangkapan Umar Farouk Abdulmutallab. Warga Nigeria yang gagal mengebom pesawat Nortwest Airlines di Detroit, AS, beberapa waktu lalu. Kepada penyelidik federal AS, Umar mengaku mendapat pelatihan militer dari Al Qaeda di Yaman.

Pernyataan Presiden Barack Obama, Sabtu lalu, bahwa Al Qaeda berada di balik ancaman Nortwest, semakin mempertegas kekhawatiran AS akan serangan baru.

“Kantor kedutaan AS di Sana’a ditutup hari ini (Minggu). Sebagai respons dari adanya ancaman oleh Al Qaeda di Semenanjung Arab, untuk menyerang kepentingan AS di Yaman," demikian isi pesan dalam situs resmi sebagaimana dikutip AP, Minggu (3/1/2010).

Belum diketahui sampai kapan kantor kedutaan itu akan dibuka.

Juru bicara kedutaan menolak berkomentar mengenai bentuk ancaman dari Al Qaeda. Pada Kamis lalu, kedutaan juga telah memberikan imbauan kepada warga AS di Yaman untuk lebih berhati-hati.

Ini bukan penutupan pertama kali. Sejak tragedi pengeboman pada USS Cole 2000 lalu, kedutaan AS telah dututup selama beberapa kali.

Tragedi berdarah sepanjang sejarah adalah penembakan dan pengeboman yang terjadi pada September 2008. Saat itu sekelompok pria menembakkan senjata ke arah kantor kedutaan dan disusul dengan ledakan bom yang ditaruh di dua mobil.

Sebanyak 19 orang tewas dalam insiden itu, termasuk seorang warga AS dan delapan militan. Namun tidak satu pun diplomat AS yang tewas atau terluka.(ton)
TWITTER »
twit