NAYPYIDAW - Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Than Shwe kemarin, menyarankan rakyatnya untuk membuat ”pilihan tepat” pada pemilu nasional yang akan digelar tahun ini.
Pesan itu disampaikan dalam peringatan dirgahayu kemerdekaan Myanmar ke-62. Than Shwe mengungkapkan tujuh langkah ”peta jalan” menuju demokrasi sebagai satu-satunya proses menuju transisi kekuasaan. Pesan itu dibacakan oleh pemimpin Myanmar yang lainnya dalam upacara di ibu kota yang terpencil, Naypyidaw.
”Rencana sedang dijalankan untuk menggelar pemilu yang sistematis pada tahun ini. Karena itulah,semua rakyat harus membuat pilihan yang tepat,” pesan Than Shwe. Pesan itu tidak menjelaskan apa maksud ”pilihan yang tepat,” tetapi hal itu secara luas diasumsikan untuk menekankan kepada para pemilih agar mendukung partai-partai politik yang didukung militer.
”Peta Jalan” itu merupakan program perubahan junta setelah 50 tahun kekuasaan militer mencengkeram negeri itu. Junta tidak memberi tanggal pasti pelaksanaannya. Pemilu itu diperkirakan tidak akan diikuti partai yang dipimpin tokoh prodemokrasi, Aung San Suu Kyi, yang baru saja diperpanjang 18 bulan masa tahanan rumahnya.
Pada tahun sebelumnya, Than Shwe menggunakan acara kemerdekaan Myanmar dari penjajahan Inggris itu untuk memperingatkan rakyat, ”agar tetap waspada terhadap semua bahaya neokolonial,” mengacu kepada Amerika Serikat (AS).
AS sendiri telah membuka dialog tingkat menengah dengan junta setelah mengisolasi Myanmar selama bertahun-tahun. AS telah membuat pernyataan untuk membuka hubungan baik dengan Myanmar jika negara komunis itu mengalami kemajuan dalam proses demokrasi. Departemen Luar Negeri AS menawarkan ”harapan hangat”kepada rakyat Myanmar dan ”dukungan yang kokoh” bagi kemerdekaan bangsa tersebut. Myanmar dikuasai oleh rezim militer sejak 1962.
(AFP/Rtr/BBC/andika hm)(Koran SI/Koran SI/rhs)