Zacaria Moussaoui (Foto: AP)
VIRGINIA - Pengadilan Amerika Serikat menolak banding yang diajukan oleh Zacaria Moussaoui, satu-satunya tersangka pelaku terorisme yang diduga memiliki keterlibatan dengan serangan 11 September 2001 lalu.
Moussaoui yang kini menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa uang jaminan, sebelumnya menuduh pengadilan AS tidak berlaku adil padanya.
Hal ini disebabkan keputusan bersalah atas dirinya tersebut tidak valid, karena Pemerintah AS gagal menyerahkan bukti rahasia yang membuktikan keterlibatan dirinya dalam serangan 11 September.
"Pengadilan memastikan untuk tetap menghukum Moussaoui atas tindakannya. Keputusan final dari putusan bersalah untuk Moussaoui tetap bertahan," ucap panel yang terdiri dari tiga hakim, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (5/1/2010).
Moussaoui sebelumnya mengaku bersalah melakukan konspirasi untuk melangsungkan aksi serangan terorisme pada 2001 tersebut.
Saat itu para anggota teroris Al Qaeda membajak pesawat dan menabrakannya ke gedung di New York dan Washington, dan menewaskan hampir 3.000 jiwa.
Sebelumnya penuntut hukum menuntutnya dengan hukuman mati. Namun saat pengadilan yang berlangsung pada 2006 menolak keputusan hukuman mati, karena tidak semua juri di pengadilan, yakin jika pria Prancis keturunan Maroko tersebut terlibat langsung dengan serangan 11 September itu.
Saat pengadilan berlangsung, pria berusa 37 tahun tersebut mengeluarkan klaim mengejutkan jika dirinya memutuskan untuk membajak pesawat kelima pada 11 September, atau melakukan serangan lain sehari setelah serangan berlangsung.
Saat serangan 11 September berlangsung, Moussaoui sudah ditahan terlebih dulu atas kasus pelanggaran imigrasi. Dia sudah ditangkap beberapa minggu sebelum penyerangan menyusul tindak mencurigakan di sekolah penerbangan Minnesota, AS. (faj)(rhs)