Ady Gil (Foto: News.com.au)
SIDNEY - Kapal milik kelompok pemerhati ikan paus, The Sea Shepherd Conservation Society, tenggelam di Laut Antartika. Sebelumnya kapal tersebut terbelah dua setelah membentur kapal penangkap ikan paus Jepang, Shonan Maru 2.
Kapal bernama Ady Gil tersebut sebelumnya mencoba menghalau operasi Shonan Maru 2 yang menangkapi ikan paus di sekitar Laut Antartika. Ady Gil diketahui berkeliaran mengelilingi Shonan Maru. Selain Shonan Maru, Adi Gil juga sempat berusaha menganggu pelayaran dari Nippon Maru yang juga berada di lokasi kejadian.
Direktur Sea Shepherd Jeff Hansen, mengklaim jika Ady Gil berusaha menghindar sebelum akhirnya ditabrak oleh kapal milik pemerintah Jepang tersebut. Insiden ini terjadi saat kapal sepanjang 23,7 Meter tersebut memotong jalur dari Shonan Maru.
Tabrakan pun tidak dapat terelakan, sementara puing-puing bekas kapal tersebut masih tampak terlihat di permukaan laut.
"Kejadian itu berlangsung cepat. Kami (Sea Sheperd) berusaha menghindari Shonan Maru 2, tetapi kapal Jepang tersebut tepat berada di jalurnya. Akhirnya mereka menabrak Adi Gil dan membelahnya menjadi dua," ucap Direktur Sea Shepherd, Jeff Hansen seperti dikutip Telegraph, Rabu (6/1/2010).
Enam awak dari Ady Gil sendiri selamat dalam insiden tersebut. Mereka berhasil diselamatkan oleh kapal milik Sea Shepherd lainnya, Bob Barker.
Mengenai peristiwa ini pihak pemerintah Jepang menuduh jika kapal Ady Gil sendiri yang menyebabkan terjadinya tabrakan.
Sementara pendiri Sea Shepherd Paul Watson menganggap insiden ini merupakan sebagai serangan serius kepada kelompok pecinta ikan paus tersebut. "Tenggelamnya Ady Gil tidak akan menyurutkan perlawanan kami dalam upaya melawan perburuan atas ikan paus," jelas Watson.
Sea Shepherd memang dikenal sebagai penentang keras perburuan ikan paus di laut lepas. Umumnya mereka melakukan protes terhadap kapal penangkap milik Jepang. Seringkali kelompok ini melakukan protes dengan melemparkan bom busuk ke arah kapal penangkap ikan milik Jepang.
Sedangkan pihak Jepang sendiri menyatakan jika penangkapan ikan paus tersebut dilakukan demi kepentingan penelitian. (faj)(rhs)