Getting Time...

Pelaku Ancaman Bom Pesawat AS Dikenakan 6 Dakwaan

Fajar Nugraha
Kamis, 07 Januari 2010 11:01 wib
Umar Farouk Abdulmutallab (Foto: Reuters)
Umar Farouk Abdulmutallab (Foto: Reuters)
WASHINGTON - Pelaku percobaan pengeboman terhadap maskapai penerbangan AS Northwest Airline, Umar Farouk Abdulmutallab, dikenakan enam dakwaan atas aksinya pada 25 Desember lalu.

Dakwaan itu dijatuhkan oleh Pengadilan Distrik Michigan, Amerika, termasuk di antaranya percobaan pembunuhan dan penggunaan senjata pemusnah massal di atas pesawat milik AS. Pada hari Dakwaan dijatuhkan pada Rabu 6 Januari waktu setempat.

Pihak pengadilan juga menuduh pemuda berusia 23 tahun tersebut telah membawa bom tersembunyi ke atas penerbangan 253 yang berangkat dari Amsterdam menuju Detroit.

Jika terbukti menggunakan senjata pemusnah massal, pemuda asal Nigeria tersebut diancam hukuman penjara seumur hidup. Sementara dakwaan lainnya bisa membuatnya menghadapi hukuman penjara 20 tahun. Sedangkan dua dakwaan atas membawa senjata ilegal yang ditujukan padanya, dapat menghadapkannya pada hukuman 30 tahun penjara. Demikian diberitakan AFP, Kamis (7/1/2010).

Selain melakukan penyelidikan atas Abdulmutallab, Jaksa Agung AS Eric Holder menyatakan, jika pihaknya akan mengadili siapapun yang terlibat dalam serangan ini. "Meskipun penyelidikan atas Abdulmutallab berlangsung cepat, namun pengadilan dapat menghasilkan informasi yang berguna untuk pihak intelijen," tambah Holder.

Tepat di Hari Natal lalu, Umar Farouk Abdulmutallab berusaha melakukan pengeboman bunuh diri di atas pesawat Northwest Airline bernomor penerbangan 253. Pesawat yang saat itu membawa 279 penumpang tersebut terbang dari Amsterdam menuju Detroit.

Saat mendekati Detroit, Abdulmutallab mencoba meledakan dirinya dengan bahan peledak. Namun aksi tersebut gagal setelah bahan peledak gagal meledak dan Abdulmutallab diringkus oleh penumpang yang berada di pesawat.

Peristiwa ini mengundang kemarahan Presiden AS Barack Obama yang menilai pihak intelijen AS lengah. Presiden Obama pun menuntut perbaikan kinerja jajaran intelijen AS agar kejadian ini tidak terulang kembali. (faj)
(rhs)
TWITTER »
twit