PM Thailand Abhisit Vejjajiva (Foto: Xinhua)
YALA - Kedatangan Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva di Thailand Selatan, disambut dengan dua ledakan bom.
Ledakan pertama terjadi sekira 100 Meter dari sebuah jalan di Kota Yala yang rencananya akan diresmikan oleh PM Vejjajiva. Ledakan ini melukai seorang anggota kepolisian yang termasuk dalam rombongan anggota keamanan PM.
Sementara ledakan kedua juga terjadi di Yala, namun tidak menelan korban. Polisi sendiri sempat menemukan bom ketiga di sebuah jalan, dan berusaha untuk menjinakan bom tersebut. Demikian diberitakan AFP, Kamis (7/1/2010).
Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva sendiri akan melakukan kunjungan selama satu hari di wilayah di wilayah yang mayoritas berpenduduk muslim. Rencananya PM yang mendapat pendidikan di Inggris tersebut dijadwalkan untuk melakukan kunjungan di Yala dan Provinsi Pattani.
Sebelumnya di hari Rabu (6/1/2010) aksi kekerasan terkait kunjungan PM Vejjajiva juga terjadi di Provinsi Pattani. Seorang warga Buddha yang memimpin badan meteorologi setempat ditembak mati oleh orang yang tidak dikenal. Saat melakukan aksinya pelaku diketahui mengendarai sepeda motor.
Sementara pada hari yang sama di Provinsi Narathiwat, seorang pemuda berusia 25 tahun yang diduga sebagai anggota militan Muslim setempat, ditembak mati oleh pihak kepolisian Thailand. Kejadian tersebut berlangsung setelah korban terlibat bentrok dengan pihak keamanan yang sedang mempersiapkan kedatang PM Vejjajiva.
Sebanyak 4.100 jiwa tewas dalam aksi kekerasan antipemerintah yang telah berlangsung selama enam tahun. Aksi kekerasan yang berlangsung pada tiga provinsi di Thailand Selatan ini, dipimpin oleh kelompok Separatis Muslim yang tidak pernah mengeluarkan pernyataan jelas atas tujuan dari aksi mereka.
PM Abhisit Vejjajiva sendiri sebelumnya mengakui jika dirinya gagal untuk mengatasi aksi kekerasan yang berlangsung di Thailand Selatan, sejak ia memimpin Negeri Gajah Putih pada Desember 2008 lalu. (faj)(rhs)