Presisen Obama saat memarahi dinas intelijen AS (Foto: AP)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, jika kesalahan sistemik pihak intelijen AS yang gagal mendeteksi ancaman pemboman di hari Natal lalu, merupakan tanggung jawab dirinya.
Di saat memaparkan reformasi sistem keamanan negaranya, lagi-lagi Presiden Obama melontarkan kritik pedasnya atas kegagalan intelijen mencegah ancaman pengeboman pada 25 Desember lalu.
"Seluruh Dinas Intelijen AS beserta pimpinannya harus benar-benar melakukan reformasi sistem keamanan. Jika tidak penyelidikan akan dilakukan pada tiap-tiap lembaga intelijen tersebut," komentar Presiden AS Barack Obama pada Kamis 7 Januari waktu setempat, seperti dikutip AFP, Jumat (8/1/2010).
"Tetapi saya tidak akan melimpahkan kesalahan atas ancaman pemboman Natal lalu pada pihak lain. Semuanya adalah tanggung jawab saya sebagai Presiden AS," lanjut Obama.
Obama menambahkan, sebagai Presiden AS sudah menjadi kewajiban untuk menjaga negara dan warganya.
Tepat pada hari Natal lalu, Umar Farouk Abdulmutallab seorang warga Nigeria melakukan ancaman pengeboman di maskapai penerbangan AS, Northwest Airline. Namun usahanya gagal setelah peledak yang ia bawa tidak berhasil meledak.
Abdulmutallab akhirnya berhasil diringkus dan dihadapkan pada enam tuntutan dari pihak pengadilan Michigan. (faj)
(rhs)