Getting Time...

Jurnalis Filipina Tertembak!

Fajar Nugraha
Jum'at, 08 Januari 2010 16:37 wib
Protes anti kekerasan atas jurnalis di Filipina (Foto: EPA)
Protes anti kekerasan atas jurnalis di Filipina (Foto: EPA)
MANILA - Filipina makin mengukuhkan dirinya sebagai negara paling berbahaya bagi jurnalis. Hal ini dibuktikan dengan sebuah insiden kekerasan terhadap jurnalis yang kembali terjadi di sebelah utara Filipina.

Eugene Peat, seorang penyiar program berita dari Radio Commando, dilaporkan tertembak pada Kamis malam (7/1/2010). Penyiar radio yang bermarkas di kota Vigan ini masih sempat menyelamatkan dirinya namun harus menjalani perawatan menyusul kondisinya yang kritis. Demikian diberitakan AFP, Jumat (8/1/2010).

Kepolisian Vigan sendiri masih menyelidiki kasus penembakan tersebut. Hingga kini, Polisi masih mencari keterkaitan insiden ini dengan profesi Peat sebagai jurnalis atau terkait masalah kriminal lainnya.

Organisasi pers lokal dan internasional sudah sering mengkritik budaya kekerasan terhadap jurnalis yang biasa terjadi di Filipina.

Sudah menjadi rahasia umum jika pejabat serta penegak hukum setempat seringkali menyerang jurnalis yang sedang bertugas meliput kasus yang berkaitan dengan mereka, atau bahkan melontarkan kritikan tajam kepada pejabat dan penegak hukum Filipina.

Sejak diktator Ferdinan Marcos berkuasa di Filipina pada 1986 lalu, total jurnalis yang dilaporkan tewas hingga kini tercatat sebanyak 134 orang. Sebanyak 97 di antaranya, tewas sejak Presiden Gloria Macapagal Arroyo memimpin Filipina pada 2001. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit