Ledakan di 2009 oleh kelompok IRA (Foto: The Guardian)
BELFAST - Sebuah bom mobil meledak di Irlandia Utara menyebabkan seorang anggota Kepolisian terluka parah. Ledakan ini makin menambah panjang daftar kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut sejak Maret 2009 lalu.
"Ledakan ini merupakan suatu tindakan percobaan pembunuhan," ucap pejabat senior Kepolisian Irlandia Utara Barry Giligan, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/1/2010).
Sejak tewasnya dua tentara dan seorang anggota kepolisian pada Maret 2009 lalu, kekerasan terhadap pihak berwenang Irlandia Utara terus meningkat di wilayah berkonflik tersebut. Pihak pemberontak Irlandia Utara, Irish Republican Army (IRA) ditengarai sebagai pihak di belakang serangan-serangan tersebut.
Insiden Maret tersebut menjadi titik terendah dari sejarah Irlandia, setelah perjanjian damai antara pihak Sinn Fein dengan pemerintah Inggris pada 1998. Perjanjian damai ini mengakhiri konflik antara kedua pihak yang menyebabkan tewasnya 3.600 jiwa.
Sinn Fein sendiri merupakan otak di belakang IRA pada masa perjuangan kemerdekaan atas Inggris.
Namun belakangan perseteruan justru muncul di dalam internal Irlandia Utara sendiri. Hal ini disebabkan pemerintahan Irlandia Utara yang dipegang oleh kelompok Sinn Fein, berada di bawah tekanan menyusul rencana transisi kekuasaan secara penuh dari Inggris kepada Irlandia Utara. (faj)(rhs)