Umar Farouk Abdulmutallab (Foto: nydailynews.com)
MICHIGAN - Umar Farouk Abdulmutallab, pelaku ancaman pengeboman di pesawat Northwest Airline di Hari Natal lalu, mengaku tidak bersalah usai hakim membacakan tuntutan ancaman pengeboman kepadanya.
Abdulmutallab dituduh melakukan percobaan pembunuhan atas 290 jiwa yang merupakan penumpang dan kru dari Northwest Airlines dengan nomor penerbangan 253 itu.
Sebelumnya pria berkebangsaan Nigeria itu didakwa atas enam tindakan pelanggaran yang berkaitan dengan aksi terorisme. Demikian diberitakan BBC, Sabtu (9/1/2010).
Dari dakwaan itu, Umar yang juga mendapat pendidikan di Inggris teranam hukuman penjara seumur hidup.
Persidangan Abdulmutallab mengundang perhatian banyak pihak. Tak heran, pasalnya setelah itu seluruh bandara di seluruh dunia meningkatkan pengamanan mereka untuk mengantisipasi aksi serupa. Apalgi, Al Qaeda sudah menyatakan berada di balik serangan gagal itu.
Kritikan terhadap Dinas Intelijen AS juga mengalir deras, termasuk dari Presiden Barack Obama.
Obama bahkan memarahi jajaran intelijen AS yang dianggap telah kebobolan. Pada 7 Desember lalu, Obama merilis daftar teroris baru serta memperbarui sistem keamanan di AS.
Sebelum tertangkap nama Abdulmutallab memang masuk dalam 550,000 daftar orang yang dicurigai sebagai anggota teroris. Namun namanya tidak masuk dalam daftar tambahan yang melarang pemuda tersebut dilarang masuk ke wilayah AS. (faj)(rhs)