Kim Jong Il (Foto: AP)
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il mengakui gagal dalam memberikan standar hidup bagi warganya. Kim menyadari banyak dari rakyat Korea Utara yang masih hidup tidak layak.
Pemimpin Negara Komunis itu menyatakan masih banyak hal yang didambakan rakyat Korut saat ini. Meskipun Korut dinilai kuat dalam hal politik dan ekonomi, Kim mengakui rakyatnya masih banyak menderita kesulitan. Hal ini terungkap saat wawancaranya dengan koran resmi Korut Rodong Simun.
Kim diangkat sebagai Pemimpin Korut menggantikan ayahnya Kim Il-sung, yang meninggal pada 1994.
Kim merasa telah gagal meneruskan apa yang dipesankan ayahnya. "Presiden (Kim Il Sung) berpesan jika rakyat Korut harus mampu hidup dengan memakan nasi dan sup daging, mengenakan pakaian dari sutra, serta hidup di bawah atap rumah yang kokoh," ucap Kim Jong Il seperti dikutip Sinmun Rodong, Sabtu (9/1/2010).
"Namun hingga kini Pemerintah Korut gagal memenuhi cita-cita Presiden. Saya akan berusaha untuk memperbaiki kinerja pemerintah agar rakyat bisa bahagia dan wasiat Presiden bisa terpenuhi," lanjut Kim.
Atas tuntutan tersebut, Kim melakukan inspeksi ke fasilitas industri di beberapa provinsi tahun lalu.
Disaat bersamaan, surat kabar Rodong Simun juga mendesak rakyat Korut untuk bekerja keras meningkatkan produksi makanan serta kebutuhan sehari-hari.
Korut dilanda krisi pangan kronis. Bulan lalu, negara tetangga Korea Selatan ini bahkan harus mengevaluasi ulang nilai mata uangnya untuk menangkal peran pasar bebas dan memperkuat sistem sosialis yang dianut negara itu. (faj)(rhs)