Getting Time...

PM Inggris Dorong Masa Depan Damai Bagi Sudan

Selasa, 12 Januari 2010 19:11 wib
PM Inggris Gordon Brown
PM Inggris Gordon Brown
LONDON - Lima tahun sudah Kesepakatan Perdamaian di Sudan berlangsung. Konflik perang saudara di salah satu negara di benua hitam tersebut juga sudah berakhir. Namun banyak hal yang perlu dibangun untuk menjaga perdamaian usai perang saudara yang menewaskan lebih dari 400 ribu warga Sudan.

Kini di bawah pemerintahan Presiden Omar Al Bashir, Sudan yang kaya dengan minyak mentah, menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat.

Inggris sebagai penjamin bagi Kesepakatan Perdamaian Lanjutan yang mengkakhiri perang saudara Sudan, mengajak semua pihak untuk menggandakan usaha dalam pencapaian lebih positif bagai masa depan rakyat Sudan.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyatakan, pemimpin Sudan memiliki tugas untuk meningkatkan diri dalam menghadapi tantangan-tantangan yang tersisa. Salah satunya mengubah kesepakatan sementara yang telah ditandangani sejak 2005 lalu, untuk ditingkatkan sebagai sebuah kesepakatan perdamaian yang dapat berlangsung selamanya. Demikian seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, kepada Redaksi Okezone, di Jakarta, Selasa (12/1/2010).

Perdana Menteri Brown juga menyebutkan jika kesepakatan perdamaian ini dapat berlangsung bagi seluruh masyarakat Sudan, termasuk Darfur. PM Brown meminta semua pihak di Sudan untuk bekerja sama demi peningkatan keamanan, pembangunan ekonomi dan pembebasan para pekerja kemanusiaan yang diculik.

Dalam upayanya membangun kembali Sudan pascaperang saudara yang pecah pada 1983 lalu, Inggris pada tahun ini akan memberikan bantuan kepada negeri yang dianggap memiliki peradaban tertua di dunia itu.

Perdana Menteri Brown lebih lanjut menyebutkan jika Inggris akan memberikan lebih dari 200 juta poundsterling  atau sekira Rp2,9 triliun (Rp14,811 per pound) untuk Sudan. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian, pembangunan perdamaian, bantuan darurat serta penyaluran pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Sementara Negeri Ratu Elizabeth tersebut juga telah berkomitmen untuk mengucurkan bantuan kemanusiaan sebesar 54 juta poundsterling atau sekira Rp799 juta. Bantuan itu akan digunakan untuk pembangunan perdamaian di Selatan Sudan termasuk untuk persiapan pemilihan umum.

Sebagai penutup, Perdana Menteri Gordon Brown menyebutkan sejarah Sudan banyak ditandai kekerasan, ketidakamanan, dan kemiskinan bagi rakyatnya. Para pemimpin Sudan dengan dukungan masyarakat Internasional tidak boleh membiarkan hal ini terulang kembali pada masa depan Sudan. (faj)(A. Reza Rohadian/Trust/rhs)
TWITTER »
twit