Getting Time...

20% Mantan Tahanan Gitmo Kembali ke Aksi Terorisme

Rabu, 13 Januari 2010 08:38 wib
Narapidana Guantanamo. (Foto: Corbis)
Narapidana Guantanamo. (Foto: Corbis)
WASHINGTON - Jumlah bekas tahanan Guantanamo (Gitmo) yang bebas dan kembali ke aktivitas terorisme meningkat dari 14 persen menjadi 20 persen.

Laporan itu berdasarkan data Badan Intelijen Pertahanan Pentagon (DIA) yang dirilis kemarin. Menurut DIA, satu dari lima bekas tahanan, kembali atau diduga mengulangi aktivitas terorisme setelah keluar dari fasilitas tahanan di Kuba. Perkembangan itu menunjukkan peningkatan jumlah dari 14 persen pada April silam. Juru bicara Kementerian Pertahanan AS Robert Gates, Geoff Morrell, pada pekan silam menjelaskan bahwa versi publik laporan itu diharapkan akan segera dirilis.

”Jumlah mantan tahanan yang kembali berjuang telah meningkat sejak tahun lalu. Saya tidak yakin tren ini akan berubah,” paparnya.

Tentu saja, rincian statistik sebenarnya tentang para mantan tahanan itu tidak dirilis ke publik karena merupakan data rahasia. Namun, laporan DIA pada April 2009 menyatakan, 74 orang telah kembali atau diduga melakukan lagi aktivitas terorisme sejak mereka bebas dari Gitmo.

Lebih dari 530 tahanan dibebaskan dari penjara Teluk Guantanamo antara 2002 dan musim semi lalu. ”Dari jumlah tersebut,27 tahanan kembali melakukan aktivitas teroris dan 47 orang diduga berpartisipasi dalam aksi teroris,” ungkap laporan statistik Pentagon dalam laporan musim semi lalu. Sejak laporan dirilis, jumlah tahanan Gitmo yang dibebaskan mencapai 560 orang.

Morrell tidak menjelaskan alasan terjadinya peningkatan mantan tahanan yang kembali melakukan aksi teror.Dia hanya menjelaskan, departemen pertahanan AS terus mengawasi para mantan tahanan sebaik mungkin. ”Tidak ada jawaban yang mudah untuk masalah itu. Itulah mengapa ini sangat sulit,” papar Morrell. Lebih dari setengah sisa tahanan di Gitmo saat ini berasal dari Yaman.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menghentikan pemindahan sisa tahanan asal Yaman itu ke negara asal setelah plot pengeboman pesawat Northwest Airlines. Tersangka plot yang gagal itu diduga telah dilatih sayap Al Qaeda di Yaman. AS saat ini sedang menyelidiki mantan tahanan Gitmo Abu Sufyan al-Shihri yang dibebaskan pada 2007.

Warga Arab Saudi itu kini tinggal di Yaman dan dia mengklaim dirinya sendiri sebagai pemimpin Al Qaeda di Semenanjung Arab. AS sedang berusaha menemukan bukti bahwa Abu Sufyan terlibat dalam perencanaan plot pengeboman Northwest Airlines pada hari Natal itu.Apalagi sayap Al Qaeda di Yaman telah mengklaim bertanggung jawab untuk upaya pengeboman yang gagal tersebut.

Sebanyak 21 warga Yaman telah dibebaskan dari Gitmo sejak 2002, sebanyak 14 tahanan pada masa pemerintahan George W Bush dan tujuh tahanan di era pemerintahan Obama. Delapan tahun sejak kamp Gitmo berdiri,namun fasilitas itu masih menuai kontroversi.

Kelompok hak asasi manusia dan mantan tahanan Gitmo pada Senin (11/1) menggelar unjuk rasa sambil berpakaian seragam napi warna oranye, seperti tampak pertama kali pada 11 Januari 2002. Sebanyak 40 pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih untuk memprotes kebijakan Presiden Obama. Mereka menganggap Obama melanggar janjinya untuk menutup Guantanamo dalam tahun pertama pelantikannya sebagai presiden AS. (CNN/AFP/Rtr/syarifudin)
(Koran SI/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit